Suburjagat.co.id | Indramayu – Badan Gizi Nasional (BGN) Kordinator Wilayah (Korwil) Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Ayu Nabila Shintiya langsung merespon terkait kondisi ompreng MBG diduga berkarat di SMPN 1 Indramayu yang didistribusikan oleh SPPG Kelurahan Karanganyar. Secara tegas, ia akan menindaklanjuti terkait informasi tersebut, pada Selasa (28/04/2026).
Pernyataan itu ia sampaikan kepada Suburjagat.co.id melalui pesan whatsapp pribadinya. Tidak hanya SPPG Kelurahan Karanganyar, Ayu Nabila juga berjanji akan melakukan pengecekan kondisi ompreng di seluruh SPPG di wilayah Kabupaten Indramayu.
“Terimakasih informasinya nanti saya tindaklanjuti juga terkait kondisi ompreng di SPPG Yang ada di Indramayu,”Tulisnya menegaskan.

Diberitakan sebelumnya, belakangan ini pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Indramayu Jawa Barat, masih diwarnai sederet persoalan di lapangan. Salah satu dugaan miring yang muncul kali ini yaitu berkaitan dengan rendahnya standar higiene, pada Senin (27/04/2026).
Seperti pendistribusian MBG di SMPN 1 Indramayu, orang tua siswa yang minta diprivasi identitasnya ke publik mengaku terkejut setelah mendapati kiriman video dari anaknya yang menampilkan ompreng (wadah) MBG diduga berkarat. Fenomena mencengangkan ini terjadi pada Jum’at (24/06/2026) kemarin.
“Saya kaget setelah melihat vidio ada noda seperti karat di omprengnya, ini standar kebersihannya bagaimana,”Ujarnya keheranan.
Dalam video yang berdurasi 23 detik itu, sang siswa tampak sedang membersihkan noda berwarna cokelat menggunakan tangan kosong di ompreng MBG yang diterimanya. Namun, hingga beberapa kali ia mencoba, upaya tersebut tetap tidak memberikan hasil (bersih) seperti yang diharapkan.
Diduga, warna cokelat yang menempel di ompreng MBG dalam vidio tersebut bukanlah noda biasa, melainkan karat yang tak kunjung dibersihkan oleh pihak pengelola SPPG. Bahkan, orang tua siswa tersebut mengaku sudah kali kedua mendapatkan laporan dari ankanya atas kondisi memprihatinkan tersebut.
Program MBG yang diwajibkan menjaga kebersihan secara ketat melalui dapur higienis, penjamah makanan sehat, dan peralatan bersih, sepertinya tidak dijalankan oleh pengelola SPPG yang mendistribusikan MBG ke SMPN 1 Indramayu. Pengawasan pihak-pihak terkait seperti Badan Gizi Nasional (BGN) kordinator wilayah setempat pun patut dipertanyakan kinerjanya.
“Ini sungguh ironis sih, padahal kan MBG itu wajib memenuhi standar kebersihan yang baik, tetapi faktanya berbeda,”Imbuh orang tua murid merasa prihatin atas sistem yang diterapkan oleh pihak SPPG terkait.
Dilain pihak, Kepala SMPN 1 Indramayu, Supriyadi, melalui Wakil Kesiswaan, Fajar, saat dikonfirmasi langsung mengatakan bahwa yang mendistribusikan MBG di sekolah tempat mereka bertugas itu yaitu dari SPPG yang berlokasi di wilayah Kelurahan Karanganyar.
“Sekarang dari dapur yang lokasinya di Karanganyar,”Terang Fajar, pada Senin (27/04/2026).
Sejauh ini, lanjut Fajar, pihaknya belum pernah menerima keluhan dari murid-murid terkait MBG tersebut. Namun demikian, ia berharap agar supaya pihak SPPG lebih memperhatikan dan memperbaiki lagi jika memang benar ada karat pada ompreng.
“Harapannya diperbaiki lagi jika benar begitu agar tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi ke siswa,”Tukasnya.
Terpisah, Kepala SPPG Kelurahan Karanganyar Indramayu, Muhammad Abid Rizki, saat ditemui di kantornya, pada Selasa (28/04/2026), menepis terkait anggapan tersebut. Dikatakannya bahwa noda cokelat yang menempel di ompreng bukan karat, melainkan noda bekas sisa makanan.
Namun demikian, ia juga tidak memungkiri adanya kelalaian dari pihaknya saat melakukan pencucian dan pembersihan ompreng. Dirinya berpendapat, noda sisa makanan tersebut kemungkinan masih menempel karena setelah dicuci belum kering seluruhnya sebelum dilakukan tahapan oven.
“Itu mungkin setelah dicuci belum kering sepenuhnya sebelum dimasukan ke oven, jadi nodanya menempel,”Jelas Abid, kepada Suburjaga.co.id didampingi Faisal selaku Asisten Lapangan (Aslap).
Meski begitu, Abid menyampaikan permohonan maafnya kepada siswa dan orang tua atas kesalah pahaman tersebut. Ia berkomitmen akan mengevaluasi segala bentuk kelalaian apapun demi keamanan dan kenyamanan penerima manfaat dari SPPG yang dikelolanya.
Publik mendesak kepada pihak BGN agar menindak secara tegas terhadap SPPG di Kabupaten Indramayu yang tidak mengindahkan standar kebersihan dalam pelaksanaan penyajian MBG ke setiap penerima manfaat.
(RN/Tim)
