Suburjagat.co.id | Indramayu – Aroma ketidakberesan dalam penentuan penyedia pada paket APBD Indramayu tahun 2026 oleh pihak berwenang semakin menyengat. Salah satu perolehan paket yang menjadi pusat perhatian dan sorotan publik yaitu oleh perusahaan PT Alevia Jaya Sejahtera (AJS), pada Jum’at (12/06/2026).

Terungkap sebelumnya hingga ramai, PT AJS telah mendapatkan 7 paket APBD tahun 2026 di DPRD Indramayu senilai kurang lebih Rp 2,1 miliar dalam semusim. Terbaru, perusahaan yang dinahkodai oleh Yusi Ismayati tersebut baru-baru ini juga telah memenangkan tender proyek Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) senilai Rp 997 juta.
7 paket proyek APBD tahun 2026 di DPRD Indramayu yang digapai oleh PT AJS tersebut meliputi belanja jasa petugas resepsionis Rp 334 juta, belanja jasa cleaning service Rp 648 juta, belanja jasa pramusaji fraksi Rp 216 juta, belanja jasa tenaga media parlemen Rp 180 juta , dan paket belanja jasa tenaga pengamanan kantor/sekuriti Rp 446 juta, belanja rehab dan penambahan bangunan pos jaga Rp.108 juta, belanja rehab masjid dan toilet masjid Rp 242 juta.
Sedangkan untuk paket tender APBD yang dimenangkan oleh PT AJS di Dinas PUPR Indramayu senilai Rp 997 juta yaitu proyek normalisasi kali cimanuk lama. Keputusan mengejutkan publik ini diumumkan oleh pihak panitia lelang pada tanggal 12 Juni 2026.
Seorang pengamat lelang barang dan jasa asal Indramayu yang minta disebut Mr.Z mencium aroma ketidakberesan dalam penentuan pemenang oleh pihak-pihak berwenang sehingga perjalanan PT AJS dalam mendapatkan paket APBD tahun ini berjalan mulus.
“Persoalan ini patut untuk dicurigai, PT itu seperti diperlakukan secara khusus oleh oknum sehingga dengan mudahnya bisa mendapatkan banyak paket APBD ditahun ini,”Jelas Mr.Z dengan ekspresi wajah yang penuh keheranan.
Menurutnya, ketika ada diskriminasi pihak berwenang terhadap perusahaan penyedia mengisyaratkan dugaan pengkondisian dan pengendalian proyek APBD Indramayu oleh pihak-pihak tertentu di lingkaran penguasa berpotensi terjadi.
“Tak hanya itu, jika dugaan pengkondisian paket tersebut benar, praktik ijon proyek juga tidak menutup kemungkinan terjadi,”Pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, sorotan publik terhadap PT Alevia Jaya Sejahtera (PT AJS) atas dugaan manuver identitas bermotif memperoleh banyak paket APBD Indramayu tahun 2026 secara sekaligus, semakin tajam dan serius. Jengah adanya hal demikian, seorang aktivis setempat menegaskan akan mengungkap persoalan tersebut, pada Senin (08/06/2026).
Seorang aktivis yang minta disebut “Mr.X”, berkomitmen akan mengungkap dugaan miring tersebut. Hal itu, kata dia, sebagai bentuk ketegasannya terhadap kepatuhan pihak-pihak terlibat guna terwujudnya sistem lelang yang kompetitif, transparan, dan akuntabel.
“Persoalan ini akan saya diungkap, karena diduga ada yang tidak beres sehingga perusahaan tersebut bisa memperoleh banyak proyek APBD secara sekaligus,”Ucap Mr.X dengan lantang dan tegas.
Sementara itu, pihak PT AJS tidak menggubris konfirmasi awak media Suburjagat.co.id yang sebelumnya sudah menghubunginya melalui pesan whatsapp di nomor yang tertera dalam profil perusahaan.
Hingga berita ini diterbitkan beberapa kali, Kepala Bagian Barang dan Jasa (Barjas) Kabupaten Indramayu, Andi Setiawan, sulit untuk dihubungi dan ditemui di ruang kerjanya untuk dimintai penjelasannya terkait kejanggalan paket yang diperoleh PT AJS tersebut.
(Roni/Tim)
