Suburjagat.co.id | Indramayu – Festival literasi yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Indramayu menjadi momentum untuk menumbuh kembangkan seseorang dalam minat untuk membaca, menulis, memahami, menganalisis, dan menggunakan informasi secara kritis untuk mengolah.
Kegiatan tersebut berlangsung di Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Indramayu, Jalan MT Haryono Nomor 4, Penganjang, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Senin (21/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, pengurus Yayasan Warisan Jagat Nusantara (Wajan) memanfaatkan momentum festival literasi untuk bersilaturahmi dan berbincang dengan Maman Suherman, atau yang akrab disapa Kang Maman. Pertemuan itu membahas berbagai hal terkait kebudayaan, literasi, serta pentingnya menjaga dan mengabadikan kearifan lokal yang menjadi bagian dari identitas bangsa.
Maman Suherman dikenal sebagai penulis yang telah menghasilkan berbagai karya, mulai dari novel, kumpulan puisi, hingga catatan anekdot. Dalam perbincangan tersebut, Kang Maman menyampaikan apresiasi terhadap kepedulian Wajan yang memiliki perhatian terhadap warisan budaya dan kearifan Nusantara.
Menurutnya, budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan bagian penting dari identitas bangsa yang harus dirawat, didokumentasikan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Merawat dan mengabadikan budaya, merawat dan mengabadikan kearifan budaya Nusantara, itu adalah kewajiban bersama kita. Karena itu adalah gambaran tentang bangsa ini secara keseluruhan,” ujar Maman Suherman.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan pemerintah dalam mendukung berbagai gerakan masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap kebudayaan. Menurutnya, pelestarian budaya tidak dapat hanya dibebankan kepada komunitas atau kelompok masyarakat tertentu, tetapi membutuhkan dukungan bersama dari berbagai pihak.
“Negara harus hadir, pemerintah harus hadir untuk mendukung gerakan-gerakan menjaga identitas bangsa ini,” katanya.
Kang Maman juga menyampaikan dukungannya kepada para pengurus Wajan yang dinilai memiliki kepedulian terhadap upaya merawat warisan budaya Nusantara.
“Selamat untuk teman-teman Wajan yang punya kepedulian untuk merawat warisan Nusantara,” tuturnya.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring dan membangun komunikasi antara pegiat literasi dengan komunitas yang bergerak di bidang kebudayaan. Wajan sendiri hadir dengan semangat merawat warisan, menjaga jagat, dan mewujudkan masa depan melalui kegiatan kebudayaan dan konservasi.
Melalui dukungan berbagai pihak, termasuk tokoh literasi dan budayawan, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga warisan budaya semakin kuat. Terlebih, kekayaan budaya Nusantara memiliki nilai sejarah, sosial, dan kearifan lokal yang penting untuk terus dikenalkan kepada generasi muda.
Festival literasi di Indramayu pun tidak hanya menjadi ruang untuk meningkatkan minat baca dan menulis, tetapi juga membuka kesempatan untuk mempertemukan berbagai elemen masyarakat dalam membicarakan masa depan literasi dan kebudayaan Indonesia.
(Red)
