Suburjagat.co.id | Indramayu – DPRD Kabupaten Indramayu menggelar Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian Laporan Hasil Kegiatan Reses Fraksi PKS–Perindo Masa Persidangan II Tahun Anggaran 2026 di Ruang Sidang Utama DPRD Kabupaten Indramayu, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 159, Kelurahan Lemah Mekar, Kecamatan Indramayu, Senin (20/7/2026).
Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Indramayu, Dra. Hj. Nurhayati, M.Pd.I., didampingi Wakil Ketua I H. Sirojudin, S.P., M.Si., dan Wakil Ketua II Amroni, S.IP. Bupati Indramayu diwakili Penjabat Sekretaris Daerah Dr. Ahmad Syadali, M.Ed. Hadir pula unsur Forkopimda, kepala OPD, pimpinan TNI/Polri, Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri, pimpinan partai politik, organisasi kemasyarakatan, insan pers, serta tamu undangan lainnya.

Laporan hasil kegiatan reses Fraksi PKS–Perindo disampaikan oleh H. Rudin. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa Kabupaten Indramayu memiliki posisi strategis sebagai salah satu lumbung pangan nasional sehingga perlu mendapatkan perhatian serius dalam menjaga ketahanan pangan, terutama menghadapi ancaman musim kemarau panjang yang diperkirakan terjadi pada tahun 2026.
Menurut H. Rudin, sinergi antara Pemerintah Kabupaten Indramayu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, pemerintah pusat, BMKG, Balai Besar Wilayah Sungai, Perum Jasa Tirta, Perum Bulog, TNI/Polri, perguruan tinggi, serta seluruh elemen masyarakat harus semakin diperkuat guna menghadapi dampak perubahan iklim.
Ia menjelaskan bahwa prediksi BMKG mengenai potensi El Niño pada paruh kedua tahun 2026 dapat memengaruhi ketersediaan air irigasi, pola tanam, produktivitas pertanian, hingga kesejahteraan petani apabila tidak diantisipasi sejak dini. Oleh karena itu, Fraksi PKS–Perindo mendorong percepatan rehabilitasi jaringan irigasi, optimalisasi pompanisasi, pembangunan embung, penyediaan benih tahan kekeringan, serta penguatan penyuluhan pertanian.
Dalam laporan reses tersebut, Fraksi PKS–Perindo juga menyampaikan berbagai aspirasi masyarakat pada sektor pertanian. Warga mengeluhkan dampak musim kemarau yang menyebabkan berkurangnya pasokan air irigasi, meningkatnya risiko gagal panen, hingga krisis air bersih di sejumlah wilayah.
Masyarakat mengusulkan perluasan program penanganan lahan tadah hujan, normalisasi sungai dan saluran irigasi, pembangunan sumur air bersih di daerah rawan kekeringan, bantuan mesin pompa air bagi kelompok tani, bantuan ternak untuk meningkatkan perekonomian desa, hingga penyediaan pompa air berkapasitas enam inci di Kecamatan Gantar dan Anjatan.
Selain itu, masyarakat juga mengharapkan bantuan benih padi varietas genjah yang sesuai dengan kondisi lahan tadah hujan, peningkatan distribusi pupuk organik, perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B), serta pembangunan siphon yang menghubungkan Sungai Ciburial dengan Sungai Cilalanang guna memperkuat jaringan irigasi.
Pada sektor perekonomian, Fraksi PKS–Perindo menyampaikan aspirasi masyarakat yang menginginkan perhatian lebih terhadap penguatan sektor perikanan tangkap melalui penyediaan sarana penangkapan, fasilitas pendukung, dan pemasaran hasil tangkapan nelayan.
Masyarakat juga berharap pemerintah daerah mendorong investasi industri, khususnya pembangunan pabrik sepatu di wilayah Indramayu Barat untuk membuka lapangan pekerjaan baru. Selain itu, peningkatan pelatihan keterampilan melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dinilai penting agar tenaga kerja lokal memiliki daya saing yang lebih baik. Aspirasi lainnya ialah percepatan revitalisasi maupun relokasi Pasar Patrol secara terencana dan melibatkan masyarakat.
Di bidang infrastruktur, warga mengusulkan percepatan pembangunan dan perbaikan jalan lingkungan maupun jalan poros desa, terutama di Kecamatan Gantar. Aspirasi lainnya adalah pembangunan akses menuju kawasan Titik Nol Indramayu Barat, penambahan penerangan jalan umum (PJU), peningkatan patroli keamanan, serta percepatan revitalisasi Sungai Limpas di Kecamatan Patrol melalui normalisasi dan penataan kawasan sempadan sungai untuk mengurangi risiko banjir dan sedimentasi.
Sementara itu, pada bidang keagamaan, Fraksi PKS–Perindo mengusulkan agar pemerintah daerah mengalokasikan anggaran bagi tunjangan guru ngaji Al-Qur’an serta imam masjid dan musala sebagai bentuk penghargaan atas peran mereka dalam membina kehidupan keagamaan masyarakat.
Fraksi PKS–Perindo juga menyoroti munculnya dugaan aliran sesat di Kecamatan Kroya yang dinilai telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Pemerintah Kabupaten Indramayu diharapkan segera mengambil langkah cepat melalui penguatan sinergi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kementerian Agama, dan organisasi kemasyarakatan Islam guna melakukan pembinaan, edukasi, serta klarifikasi kepada masyarakat.
Menutup penyampaiannya, H. Rudin berharap seluruh aspirasi hasil reses tersebut dapat menjadi perhatian pemerintah daerah dalam penyusunan program pembangunan. Menurutnya, kolaborasi yang kuat, kebijakan yang tepat sasaran, dan keberpihakan kepada masyarakat akan menjadi kunci dalam menjaga ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat perekonomian daerah, serta mewujudkan pembangunan Kabupaten Indramayu yang berkelanjutan.
(Advertorial Media)
