Suburjagat.co.id | Indramayu – Semangat pelestarian seni dan budaya kembali menggema di Kabupaten Indramayu melalui kegiatan “Semarak Budaya” yang digelar di Gedung Kesenian Mama Soegra, Sabtu (5/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang ekspresi sekaligus ajang silaturahmi bagi mahasiswa, pelaku seni, sanggar, akademisi, dan masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap keberlangsungan kebudayaan Nusantara.
Dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Jenderal Yayasan Warisan Jagat Nusantara (Wajan), Warta, memberikan apresiasi kepada para mahasiswa yang turut aktif mengambil bagian dalam penyelenggaraan Semarak Budaya. Apresiasi tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan dan penghargaan atas semangat generasi muda dalam menjaga, mengembangkan, serta memperkenalkan kekayaan seni dan budaya kepada masyarakat.
Menurut Warta, mahasiswa memiliki posisi yang sangat strategis sebagai generasi penerus bangsa. Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus globalisasi, generasi muda diharapkan tidak melupakan akar budaya dan identitas daerahnya.
Ia menilai keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan seni dan budaya menjadi bukti bahwa warisan leluhur masih memiliki tempat di hati generasi muda. Seni tradisional, menurutnya, tidak seharusnya hanya dipandang sebagai peninggalan masa lalu, tetapi harus terus dikembangkan agar mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai dan jati dirinya.
“Mahasiswa adalah generasi penerus. Kami memberikan apresiasi atas semangat dan keterlibatan mereka dalam kegiatan seni dan budaya. Harapannya, mereka terus berkarya dan menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya Nusantara,” ungkap Warta.
Apresiasi yang diberikan Sekjen Wajan tersebut diharapkan mampu menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus meningkatkan kreativitas dan kepedulian terhadap seni budaya. Generasi muda dinilai memiliki peran penting dalam memperkenalkan kembali berbagai kesenian daerah kepada masyarakat yang lebih luas, termasuk melalui perkembangan teknologi dan media digital.
Sementara itu, Ketua Senter UDM, Rahmat, menjelaskan bahwa kegiatan Senter Festival dalam rangka Semarak Budaya merupakan wadah bagi para penggiat seni dan budaya dari berbagai sanggar serta universitas. Kegiatan tersebut bertujuan mempertemukan para pencinta kesenian untuk bersama-sama membangun komitmen dalam menjaga warisan budaya leluhur.
Menurut Rahmat, kolaborasi antara mahasiswa, seniman, sanggar, dan berbagai elemen masyarakat sangat diperlukan dalam upaya pelestarian kebudayaan. Dengan adanya ruang bersama seperti Semarak Budaya, generasi muda dapat mengenal, mempelajari, sekaligus mengekspresikan kecintaannya terhadap berbagai bentuk kesenian tradisional.
“Senter Festival ini mewadahi para penggiat seni dan budaya dari berbagai sanggar dan universitas yang memiliki kecintaan terhadap kesenian. Kami ingin bersama-sama membangun dan melestarikan budaya warisan leluhur agar tetap terjaga dan tidak tergerus oleh pengaruh budaya luar,” ujar Rahmat.
Ia mengaku bangga dan terharu melihat tingginya antusiasme masyarakat terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, keberhasilan acara bahkan melampaui ekspektasi panitia, terutama dengan melihat jumlah penonton yang memadati lokasi kegiatan serta dukungan dari para penggiat seni.
“Saya sangat bangga dan terharu karena acara ini dianggap sangat berhasil. Bahkan, menurut saya, hasilnya di luar ekspektasi kami. Hal itu terlihat dari membludaknya penonton dan tingginya antusiasme para penggiat seni yang mendukung terselenggaranya kegiatan ini,” ungkap Rahmat, Sabtu (5/9/2026).
Kegiatan Semarak Budaya juga menjadi bukti bahwa minat masyarakat terhadap kesenian tradisional masih cukup tinggi. Antusiasme tersebut diharapkan dapat menjadi modal penting dalam menjaga keberlangsungan seni dan budaya di tengah perubahan zaman.
Kabupaten Indramayu sendiri dikenal memiliki kekayaan seni dan tradisi yang beragam. Berbagai kesenian seperti Tarling, Tari Topeng, Wayang Golek Cepak, Sintren, Ronggeng, serta sejumlah tradisi masyarakat lainnya merupakan bagian dari identitas dan kekayaan budaya yang perlu terus dijaga keberadaannya.
Melalui Semarak Budaya, berbagai elemen masyarakat diajak untuk tidak hanya menikmati pertunjukan seni, tetapi juga ikut bertanggung jawab dalam menjaga warisan budaya. Kegiatan ini menjadi sarana untuk mempertemukan generasi muda dengan para pelaku seni, sehingga terjadi proses pewarisan pengetahuan dan nilai-nilai budaya secara berkelanjutan.
Dengan memberikan ruang yang luas kepada mahasiswa dan generasi muda, pelestarian budaya diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. Kreativitas anak muda perlu terus didorong agar kesenian tradisional mampu berkembang, dikenal oleh masyarakat luas, dan tetap relevan bagi generasi masa depan.
Semarak Budaya di Gedung Kesenian Mama Soegra pun tidak sekadar menjadi sebuah pertunjukan seni. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang kebersamaan untuk memperkuat komitmen antara generasi muda, pelaku seni, komunitas, dan masyarakat dalam menjaga serta melestarikan warisan budaya Nusantara.
Apresiasi Sekjen Wajan kepada mahasiswa menjadi pesan penting bahwa masa depan kebudayaan berada di tangan generasi penerus. Dengan semangat kolaborasi, kreativitas, dan kepedulian terhadap warisan leluhur, seni dan budaya diharapkan dapat terus hidup, berkembang, dan menjadi kebanggaan masyarakat Indramayu serta Indonesia.
(Red)
