Suburjagat.co.id | Indramayu – Paket tender APBD Indramayu tahun 2026 baru-baru ini mencuri perhatian publik. Hal itu karena adanya puluhan paket yang hanya dilirik oleh satu perusahaan penyedia saja tanpa kehadiran kompetitor lainnya yang mengajukan penawaran, pada Kamis (11/06/2026).

Data yang terakses Suburjagat.co.id, terpantau sebanyak 13 paket tender APBD Indramayu 2026 tanpa ada perusahaan-perusahan yang berkompetisi. Dari masing-masing paket, hanya ada satu perusahaan penyedia saja yang mengajukan penawaran.
Adapun 13 paket tender APBD Indramayu 2026 dengan penawaran tunggal tersebut yaitu sebagai berikut.
1. Rekonstruksi jalan kembar Pabean Ilir-Totoran Rp 999 juta oleh CV Bahagia Pulang Kerja.
2. Pembangunan jembatan situraja (RJ.Balareja-Kiarakurung) Rp 798 juta oleh CV Rifqi Firdaus.
3. Rehabilitasi jalan Bondan-Kedungdongkal Rp 1,4 miliar oleh CV Surya Agung Wijaya.
4. Rekonstruksi jalan Sambimaya-Tugu Rp 1,4 miliar oleh CV Ana Lia.
5. Penggantian jembatan Desa Pegagan Rp 1,4 miliar oleh CV Arkenzy.
6. Rekonstruksi jalan Wanasari-Tugu Rp 1 miliar oleh CV Astana Jaya.
7. Peningkatan Jaringan Irigasi Legeh Rp 4,9 miliar oleh CV Adiloka Khatulistiwa.
8. Rehabilitasi jalan Desa Bantarwaru Gantar Rp 1,4 miliar oleh CV Shakir Januar.
9. Peningkatan jaringan irigasi daerah Sumbermas Rp 4,9 miliar oleh CV Rogo Teknik.
10. Rekonstruksi jalan Kertajaya-Cipedang Rp 1,6 miliar oleh CV Astana Jaya.
11. Pemeliharaan jalan Tanjung Pura Rp 599 juta oleh CV Anugrah Pilar Utama.
12. Rehabilitasi jalan Desa Beduyut Bangodua Rp 1,4 miliar oleh CV Surya Agung Wijaya.
13. Peningkatan jaringan irigasi daerah Niwo Rp 3,9 miliar oleh CV Mata Baswara.
Menanggapi fenomena membingungkan itu, Mr.X, sebutan untuk seorang pengamat proses lelang tender barang dan jasa, mencium aroma kurang sedap dan sesuatu hal yang janggal. Ia menduga, pemandangan tersebut bukan sekadar kebetulan semata, melainkan diindikasi adanya praktik kotor pengkondisian oknum-oknum tertentu yang memiliki pengaruh di lingkaran penguasa.
Menurutnya, di kota mangga ini tidak sedikit perusahaan penyedia (PT/CV) di bidang konstruksi yang masih aktif dan produktif. Karena keterbatasannya yang mungkin tidak memiliki akses ke lingkaran penguasa, sehingga mereka enggan untuk berpartisipasi dalam proses lelang APBD Indaramayu ditahun ini.
“Saya merasa janggal dengan penawar tunggal pada 13 paket tender, ini diduga ada udang dibalik batu, jangan-jangan sistem lelang yang dilakulan oleh pihak panitia hanya sekadar di atas kertas,”Ucap seorang pengamat lelang barang dan jasa konstruksi yang ingin disebut dengan samaran Mr.X.
Selain itu, ia juga mencium aroma praktik kotor yang diindikasi ada pengkondisian pembagian paket APBD Indramayu tahun ini oleh oknum-oknum tertentu yang dikemas dengan serapih mungkin supaya tidak terlalu menonjol ke publik. Menurut dia, masyarakat awam bisa saja terkecoh oleh praktik tersebut, namun tidak dengan kaum intelektual dan Aparat Penegak Hukum (APH).
“Jika dugaan saya benar, tolong yang lebih rapih lagi cara mengaturnya, jangan terlalu tergesa-gesa,”Pungkas Mr.X sembari menggelengkan kepala.
Ia menambahkan, jika 13 paket tender APBD tersebut seluruhnya dimenangkan oleh perusahaan penawar tunggal tanpa tahapan-tahapan yang semestinya, kata dia, proses lelang diganti menggunakan skema pengadaan langsung.
Dalam pemberitaan di Suburjagat.co.id terkait dugaan pengkondisian proyek APBD Indramayu tahun 2025-2026 oleh oknum sipil inisial HH masih menjadi sorotan. Ia disebut-sebut bagaikan “avatar” karena mampu mengendalikan paket infrastruktur tersebut, pada Minggu (05/06/2026).
Kabar tak sedap ini mulai mencuat setelah narasumber yang minta diprivasi namanya, beberapa waktu lalu mengungkapkan alur pembagian paket infrastuktur APBD Kabupaten Indramayu diduga diatur oleh oknum HH. Bahkan, kata dia, praktik kotor itu dimulai sejak kepemimpinan Bupati Lucky Hakim, yakni ditahun 2025.
“Sejak pergantian Bupati di tahun 2025 itu, HH yang mengendalikan proyek, jika ingin mendapatkan paket infrastruktur APBD Indramayu harus ada persetujuan dulu dari dia,” Ucap narasumber tanpa ada keragu-raguan.
Tak hanya itu, dugaan praktik “ijon proyek” juga ada dalam pusaran pengkondisian tersebut. Tanpa pemberian uang fee di muka, lanjut sumber, para penyedia tidak akan mendapatkan paket APBD seperti yang dimaksudkan.
“Kalau tanpa setor fee dulu tidak akan diberi paket kegiatannya, karena seperti itu komitmennya,”Terangnya.
Dugaan tersebut semakin terang dengan sikap Bupati Indramayu Lucky Hakim yang memilih mogok bicara saat dikonfirmasi awak media Suburjagat.co.id lewat pesan whatsapp terkait informasi miring di kepemerintahannya tersebut.
Korelasinya dengan dugaan pengkondisian proyek tersebut, yakni disinyalir adanya sejumlah perusahaan penyedia yang tidak memenuhi standar kelengkapan dokumen administrasi maupun teknis namun tetap memenangkan paket pekerjaan dari APBD tersebut.
Selain itu, disinyalir sejumlah perusahaan penyedia maupun kontraktor mendominasi paket-paket APBD tersebut. Jika tanpa adanya faktor dugaan pengkondisian proyek, kemungkinan kecil perusahaan yang tidak memenuhi syarat administrasi bisa ditetapkan sebagai pemenang dan bahkan memperoleh paket dalam jumlah banyak.
Seorang warga Indramayu yang tidak ingin disebut namanya, kepada Suburjagat.co.id menyampaikan kesiapannya membantu APH untuk memberikan data-data sebagai referensi terkait dugaan ketidaksesuaian administrasi perusahaan penyedia yang memenangkan sejumlah proyek APBD Indramayu tahun 2025-2026.
“Jika APH akan memeriksa bagian Barjas terkait masalah itu, saya siap membantu memberikan data-data untuk dijadikan referensi, saya yakin dugaan tersebut bisa diungkap ke permukaan,”Tegasnya.
Berdasarkan data yang terakses media ini, untuk tahun 2025, realisasi RUP (peyedia), Pemerintah Kabupaten Indramayu menggelontorkan APBD untuk pekerjaan konstruksi Rp 403.696.688.091, pengadaan barang Rp 211.369.147.570, jasa lainnya Rp 25.101.300.562, dan jasa konsultasi Rp 27.352.807.420.
Untuk nominal dana berdasarkan metode pemilihannya, yaitu tender Rp 150.126.405.994, seleksi Rp 665.809.080, E-purchasing Rp 206.921.183.669, pengadaan langsung Rp 309.662.544.900, penunjukan langsung Rp 144.000.000, lainnya Rp 90.000.000.
Sedangkan untuk ditahun 2026, realisasi RUP (penyedia) APBD Indramayu untuk pekerjaan konstruksi Rp 198.801.176.361, pengadaan barang Rp 58.810.061.522, jasa konsultasi Rp 8.437.263.284, dan jasa lainnya Rp 84.119.708.079.
Untuk nominal dana berdasarkan metode pemilihannya ditahun 2026 ini, yaitu tender Rp 163.667.201.719, seleksi Rp 1.138.593.217, E-purchasing Rp 132.704.685.782, pengadaan langsung Rp 52.657.728.528.
Terkait dugaan yang mengalir deras tersebut, Kepala Bagian Barang dan Jasa Kabupaten Indramayu, Andi Setiawan, sulit untuk ditemui di kantornya sehingga Suburjagat.co.id belum memperoleh penjelasan resminya.
Desakan publik kepada Aparat Penegak Hukum (APH) agar mengungkap kasus ini ke permukaan. Langkah awal yang disarankan adalah untuk memeriksa dan membedah dokumen penyedia secara komprehensif pada sistem lelang paket APBD tahun 2025-2026 di Bagian Barang dan Jasa (Barjas) Sekretariat Daerah Kabupaten Indramayu.
(Roni/Tim)
