Suburjagat.co.id | Bandung – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Hilal Hilmawan, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah bantuan hukum yang diberikan Suhendar Abas & Partner kepada keluarga korban kecelakaan kerja di PT Ayam Manggis. Dukungan tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap perlindungan hak-hak pekerja serta upaya memperjuangkan keadilan bagi keluarga korban yang terdampak musibah tersebut.
Pernyataan dukungan itu disampaikan di Bandung, Jawa Barat, menyusul mencuatnya kasus kecelakaan kerja yang terjadi di lingkungan PT Ayam Manggis dan menjadi perhatian publik. Menurut Hilal, setiap pekerja memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Ia menegaskan, perusahaan wajib memberikan jaminan keamanan kepada seluruh pekerja selama menjalankan aktivitas kerja. Jika terjadi dugaan kelalaian atau pelanggaran yang menyebabkan kecelakaan kerja, maka keluarga korban berhak memperoleh pendampingan hukum agar hak-haknya tidak diabaikan.
“Kami mendukung penuh pendampingan hukum yang dilakukan Suhendar Abas & Partner kepada keluarga korban. Hak-hak pekerja harus dijamin dan perusahaan wajib bertanggung jawab sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Hilal dalam keterangannya.
Hilal juga menilai kehadiran bantuan hukum sangat penting untuk memberikan rasa keadilan kepada keluarga korban. Selain itu, pendampingan hukum dinilai dapat membantu proses investigasi agar berjalan transparan dan objektif. Ia berharap seluruh pihak terkait dapat bekerja sama dalam mengungkap penyebab kecelakaan kerja tersebut secara terbuka.
Sementara itu, pihak Suhendar Abas & Partner menyampaikan komitmennya untuk mengawal proses hukum hingga tuntas. Mereka memastikan akan memberikan pendampingan maksimal kepada keluarga korban, mulai dari proses investigasi hingga penyelesaian hak-hak ketenagakerjaan yang seharusnya diterima.
Menurut pihak kuasa hukum, langkah pendampingan ini dilakukan agar keluarga korban tidak merasa sendiri dalam menghadapi persoalan hukum maupun administrasi pascakejadian. Mereka juga berharap kasus tersebut dapat menjadi perhatian serius bagi perusahaan-perusahaan lain agar lebih disiplin menerapkan standar keselamatan kerja.
Kasus kecelakaan kerja di PT Ayam Manggis sendiri kini menjadi sorotan masyarakat dan pemerhati ketenagakerjaan di Jawa Barat. Berbagai pihak mendorong agar evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan dan kesehatan kerja dilakukan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Melalui dukungan dari DPRD Provinsi Jawa Barat dan pendampingan hukum yang diberikan, keluarga korban diharapkan dapat memperoleh keadilan, kepastian hukum, serta hak-hak yang semestinya mereka terima.
(Dewa)
