Suburjagat.co.id | Indramayu – Korps PMII Putri (KOPRI) yang berada di bawah naungan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Cabang Indramayu menggelar kegiatan Semarak Harlah dan Diskusi Publik “Kartini Masa Kini” sebagai bentuk refleksi perjuangan perempuan di era digital pada, Sabtu 25 April 2026.
Kegiatan ini terselenggara melalui kolaborasi bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) dengan mengangkat tema “Merekonstruksi Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola dan Perlindungan Anak di Ruang Digital”.
Hal itu menjadi ruang dialog kritis mengenai pentingnya perlindungan perempuan dan anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Hadir sejumlah narasumber, di antaranya Bambang Purnomo Penelaah Teknis Kebijakan dan Mamay Muthmainnah Akademisi Hukum dan partisipasi aktif dari kader KOPRI serta peserta umum.
Ketua PC KOPRI Indramayu, Roudhotul Maula, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa semangat Kartini harus terus dihidupkan melalui gerakan nyata, terutama dalam menghadapi tantangan baru di ruang digital.
“Perempuan hari ini tidak hanya dituntut untuk berdaya, tetapi juga mampu memahami dan mengawal kebijakan, khususnya yang berkaitan dengan perlindungan anak dan perempuan di era digital,” kata Roudhotul.
Agenda ini dibuka oleh Kepala Diskominfo Kabupaten Indramayu Suwenda yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemerintah daerah melalui Diskominfo memiliki komitmen untuk terus memperkuat literasi digital masyarakat, khususnya bagi perempuan dan anak.
Serta menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, organisasi kepemudaan, dan masyarakat dalam menciptakan ruang digital yang aman, sehat, dan ramah anak.
“Ruang digital saat ini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, sehingga perlu adanya kesadaran bersama untuk menjaga etika, keamanan, serta perlindungan terhadap kelompok rentan, termasuk perempuan dan anak,” Kata Suwenda.
Kolaborasi bersama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat literasi digital serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya ruang digital yang aman dan inklusif.
“Diharapkan lahir gagasan serta komitmen bersama dalam mendorong kebijakan yang berpihak pada perempuan dan anak,” ujar Suwenda.
Dalam hal ini, KOPRI PMII akan terus berupaya hadir sebagai garda terdepan dalam memperjuangkan isu-isu perempuan yang kontekstual dan relevan dengan perkembangan zaman.
(Red)
