Suburjagat.co.id | Indramayu – Ketua DPRD Kabupaten Indramayu, Dra. Hj. Nurhayati, M.Pd.I., menyatakan dukungan penuh terhadap Program Swasembada Kedelai Nasional yang ditandai dengan kegiatan penanaman kedelai varietas MP60 dan GMP 1 di lahan HGU PG Rajawali II, Desa Sukamulya, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Rabu (10/6/2026).

Kegiatan bertajuk “Bareng-Bareng Sugih Bersama Koperasi” tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat dalam meningkatkan produksi kedelai nasional, memperkuat ketahanan pangan, serta mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor kedelai. Kabupaten Indramayu dipilih sebagai salah satu lokasi strategis karena memiliki potensi pertanian yang luas dan produktif untuk pengembangan komoditas pangan nasional.

Acara ini dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Indramayu Asep Abdul Mukti, S.T., M.Si., yang mewakili Bupati Indramayu, Penasehat Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo, unsur Forkopimda, pelaku koperasi, kelompok tani, serta berbagai tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Hashim Djojohadikusumo menyampaikan bahwa kehadirannya di Kabupaten Indramayu merupakan amanah langsung dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Ia ditugaskan untuk menghadiri sekaligus memberikan dukungan terhadap program penanaman kedelai yang menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.
“Saya hadir di sini karena mendapat perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk menghadiri kegiatan Penanaman Kedelai 2026 di Desa Sukamulya, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu,” ujar Hashim di hadapan para petani dan tamu undangan.
Menurutnya, pemerintah menaruh perhatian besar terhadap pengembangan kedelai nasional karena komoditas tersebut memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Oleh sebab itu, berbagai daerah yang memiliki potensi pertanian unggul didorong untuk menjadi pusat pengembangan kedelai guna mencapai target swasembada nasional.
Hashim menjelaskan bahwa penanaman kedelai di lahan HGU PG Rajawali II merupakan salah satu proyek percontohan atau pilot project nasional swasembada kedelai tahun 2026. Program tersebut diharapkan mampu menjadi model pengembangan pertanian kedelai yang dapat diterapkan di berbagai wilayah Indonesia.
“Indramayu memiliki potensi pertanian yang sangat besar. Karena itu, daerah ini dipilih menjadi salah satu lokasi percontohan untuk mendukung target swasembada kedelai nasional,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, koperasi, kelompok tani, hingga sektor usaha untuk memperkuat sinergi dalam menyukseskan program tersebut. Menurutnya, keberhasilan swasembada kedelai tidak hanya berdampak pada ketahanan pangan nasional, tetapi juga akan meningkatkan kesejahteraan petani melalui peningkatan produktivitas dan nilai ekonomi hasil pertanian.
Pada kesempatan yang sama, Ketua DPRD Kabupaten Indramayu, Dra. Hj. Nurhayati, M.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai program ini merupakan langkah nyata dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan petani.
“DPRD Kabupaten Indramayu mendukung penuh program swasembada kedelai nasional. Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat peran koperasi, serta memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi para petani dan masyarakat Indramayu,” ujar Nurhayati.
Dukungan DPRD Kabupaten Indramayu terhadap program tersebut menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menyukseskan agenda ketahanan pangan nasional. Melalui kolaborasi antara pemerintah, koperasi, dan petani, Indramayu diharapkan mampu menjadi salah satu daerah percontohan yang berkontribusi besar terhadap terwujudnya swasembada kedelai di Indonesia.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyerahan bantuan sosial secara simbolis kepada masyarakat kurang mampu. Selanjutnya dilakukan penyerahan benih kedelai kepada kelompok tani yang akan terlibat dalam program pengembangan kedelai di wilayah Tukdana.
Para peserta juga meninjau berbagai produk dan potensi pertanian yang dipamerkan di lokasi kegiatan. Selain itu, dilakukan peninjauan langsung ke area lahan yang akan menjadi pusat pengembangan budidaya kedelai. Kegiatan semakin menarik dengan adanya demonstrasi berbagai produk olahan berbahan dasar kedelai yang memiliki nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.
Puncak acara ditandai dengan penanaman kedelai varietas MP60 dan GMP 1 secara simbolis oleh para pejabat dan tamu undangan sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung program swasembada kedelai nasional.
(Advertorial Media)
