Suburjagat.co.id | Indramayu – Ditahun anggaran 2026, CV Rogo Teknik akan menggarap lima paket infrastrukur APBD Kabupaten Indramayu. Diantaranya empat proyek lewat skema pengadaan langsung, sedangkan satu paket lainnya yaitu melalui sistem lelang/tender karena nilai pagunya mencapai miliaran rupiah. Kelima kegiatan tersebut di bawah naungan Dinas PUPR, pada Senin (01/06/2026).

Data yang dihimpun Suburjagat.co.id, berikut sejumlah paket APBD Indramayu tahun 2026 yang akan digarap CV Rogo Teknik.
Paket Pengadaan Langsung
• Normalisasi Embung Telukagung, Kecamatan Indramayu, senilai Rp.397.611.339,45.
• Normalisasi Pembuang Desa Cangkring 2, Kecamatan Cantigi, senilai Rp.198.479.150,06.
• Normalisasi Saluran Pembuang Prawira Kepolo senilai Rp.397.917.305,03.
• Normalisasi Saluran Pembuang Rambatan Lama Desa Cidempet senilai Rp.397.872.334,56.
Paket Skema Tender
• Peningkatan Jaringan Daerah Irigasi Sumbermas senilai Rp.4.999.995.000,00.
Pada paket peningkatan jaringan daerah irigasi sumbermas, CV Rogo Teknik merupakan satu-satunya perusahaan yang mengajukan penawaran harga dari total keseluruhan 15 (lima belas) peserta yang mendaftar. Saat ini, proses tender paket tersebut terpantau masih dalam tahap evaluasi administrasi, kualifikasi, teknis, dan harga.
Rekam jejak CV Rogo Teknik
Hasil penelusuran dari berbagai sumber informasi, pada tahun 2025 CV Rogo Teknik mendapatkan paket proyek APBD Indramayu melalui Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan, salah satunya yakni Rehabilitasi Jalan Lingkungan Setana Bojongsari senilai Rp.195.255.000, menggunakan metode cor beton ready mix.
Dalam pengerjaannya, CV Rogo Teknik ini mendapatkan kritikan dan sorotan publik karena diduga mengurangi volume pada bagian beton. Dilansir dari Jabarfast.tv, disebutkan bahwa batu bercampur tanah dengan ketebalan yang disinyalir melebihi batas wajar dihampar dalam pelaksanaan proyek tersebut.
Lain halnya dengan bagian sisi kanan dan sisi kiri jalan yang terlihat kosong tanpa urugan leveling. Disebutkan, pola ini tidak jarang dilakukan oleh oknum-oknum pelaksana nakal untuk menekan anggaran serta mengelabui publik supaya terkesan dikerjakan sesuai ketentuan.
Sorotan serupa pada pengerjaan proyek Rehabilitasi Jalan Lingkungan Blok Wanasari Kelurahan Bojongsari. Dilansir dari media Fokuskabar.com, bahwa tim investigasi mereka di lapangan menemukan indikasi penyimpangan dalam proyek yang bersumber dari APBD Indramayu tahun 2025 tersebut.
Tim investigasi Fokuskabar menemukan rangkaian kejanggalan teknis yang mengarah pada dugaan manipulasi spesifikasi dan pengurangan volume material dalam proyek senilai Rp.195.246.000 yang dikerjakan CV Rogo Teknik di bawah perintah Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Indramayu.
Temuan lapangan pada Minggu (23/11/2025) menunjukkan bahwa pekerjaan berjalan dengan metode yang patut dipertanyakan. Indikasi pengurangan kualitas tampak dari pemilihan material, metode pengerjaan, hingga perhitungan kebutuhan beton yang tidak masuk akal secara teknis.
Dalam pekerjaan konstruksi beton, penggunaan bekisting biasanya memakai kayu atau material standar konstruksi. Namun, tim menemukan praktik yang janggal: sekitar 15 meter bekisting memakai kanal C baja ringan—material yang umum dipakai sebagai rangka atap atau plafon, bukan untuk pekerjaan betonisasi jalan.
(Roni)
