Suburjagat.co.id | Indramayu – Pengelola Pantai Balongan Indah (Bali2) terus meningkatkan kualitas pelayanan dengan meresmikan pemasangan instalasi Brackish Water Reverse Osmosis (BWRO). Fasilitas pengolahan air bersih tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pengelola Bali2 dan mahasiswa Politeknik Negeri Indramayu (Polindra) sebagai upaya memenuhi kebutuhan air bersih sekaligus mendukung kegiatan akademik dan meningkatkan kenyamanan pengunjung.

Peresmian instalasi ditandai dengan prosesi pemotongan pita yang dihadiri Direktur Politeknik Negeri Indramayu, jajaran pengelola Bali2, mahasiswa, dan tamu undangan.
Ketua Pengelola Bali2, Akso Surya Darmawangsa, menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa Polindra yang telah berhasil mengembangkan teknologi pengolahan air tersebut. Menurutnya, kehadiran BWRO menjadi langkah nyata dalam meningkatkan fasilitas pendukung di kawasan wisata.
“Kami mengapresiasi inovasi yang dihasilkan mahasiswa Polindra. Fasilitas ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan air bersih di kawasan Bali2 sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan dan kepuasan para pengunjung,” ujar Akso.
Sementara itu, mahasiswa Polindra sekaligus perancang instalasi BWRO, Ahmad Farhanni, mengucapkan terima kasih kepada Direktur Politeknik Negeri Indramayu serta Ketua Pengelola Bali2, Akso Surya Darmawangsa, atas dukungan penuh selama proses pengembangan hingga mesin tersebut berhasil direalisasikan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Direktur Polindra dan Bapak Akso Surya Darmawangsa beserta jajaran yang telah memberikan dukungan, pendampingan, dan pembiayaan sehingga mesin BWRO ini dapat terwujud. Tanpa dukungan tersebut, pengembangan alat ini tidak akan berjalan dengan baik,” kata Ahmad.
Ahmad menjelaskan, instalasi BWRO memiliki kapasitas produksi sekitar 7 liter air bersih per menit atau 420 liter per jam. Dalam waktu sekitar setengah hari mesin mampu menghasilkan hingga 5.000 liter air, sedangkan jika dioperasikan selama 24 jam kapasitas produksinya dapat mencapai sekitar 10.000 liter air bersih.
Ia menambahkan, sistem filtrasi BWRO menggunakan beberapa tabung penyaring yang berisi pasir silika, mangan, dan karbon aktif. Material tersebut berfungsi mengurangi bau, kandungan besi, serta berbagai zat pengotor lainnya sebelum air diproses lebih lanjut hingga menghasilkan air yang jernih dan layak digunakan.
Ahmad juga menyampaikan apresiasi kepada rekan-rekan media yang hadir dalam peresmian serta kepada seluruh sivitas akademika Polindra yang selama ini memberikan bimbingan dan masukan dalam penyempurnaan teknologi tersebut.
Melalui hadirnya instalasi BWRO, Pengelola Bali2 berharap kebutuhan air bersih di kawasan wisata dapat terpenuhi secara berkelanjutan. Kolaborasi antara dunia pendidikan dan pengelola wisata ini diharapkan menjadi contoh sinergi dalam menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada para pengunjung.
(Warta)
