Suburjagat.co.id | Indramayu – Nama “HLM” hingga kini masih membayangi rasa penasaran publik. Inisial untuk sosok yang misterius ini disebut-sebut oleh Direktur CV Rogo Teknik sebagai peminjam perusahaan untuk proyek peningkatan jaringan irigasi sumbermas, pada Selasa (21/07/2026).
Disebutkan Direktur CV Rogo Teknik, Roin, yang terkonfirmasi melalui sambungan telepon whatsapp, bahwa perusahaannya yang memenangkan proyek dengan pagu Rp 4,9 miliar tersebut dipinjam oleh oknum berinisial “HLM”.
Nama “HLM” Mengingatkan 2 Isu Santer di Indramayu
Mendengar nama “HLM”, mengingatkan pada 2 isu miring yang santer berkembang di Kabupaten Indramayu belakangan waktu terakhir. Entah hanya sekadar memiliki kemiripan biasa, atau justru nama familiar tersebut memang benar merupakan sosok yang sama.
Isu pertama
Isu pertama mengenai “HLM”, yakni pada skandal dugaan korupsi bernilai Rp 139 di BPR KR Indramayu. Inisial nama tersebut memiliki kemiripan dengan sesorang yang disebut sebagai oknum koordinator kredit topengan dan debitu nakal di perusahaan plat merah tersebut.
Kabar mengenai nama inisial “HLM” dalam kasus dugaan korupsi BPR KR Indramayu tersebut sangat santer berkembang dan bahkan beberapa kali memicu gelombang aksi unjuk rasa (unras) di lingkungan instansi Kejaksaan karena dinilai belum tersentuh hukum.
Isu kedua
Isu selanjutnya masih berkaitan dengan nama inisial “HLM”, yakni pada sosok yang konon diduga mengendalikan pendistribusian paket infrastruktur APBD Indramayu sejak kepemimpinan Bupati Lucky hakim. Dalam isu tersebut, ada yang menyebutnya dengan istilah nama 2 naga kecil.
Kendati demikian, belum bisa dipastikan kebenarannya terkait nama inisial “HLM” yang disebutkan oleh Direktur CV Rogo Teknik dengan dalam kedua isu yang santet berkembang tersebut. Namun, publik masih menaruh curiga terkait hal tersebut bukan hanya sekadar kemiripan belaka.
Flashback proses tender CV Rogo Teknik di paket peningkatan jaringan irigasi sumbermas
CV Rogo Teknik merupakan pemenang dengan tanpa lawan dalam proses lelang paket peningkatan jaringan irigasi sumbermas. Perusahaan ini merupakan satu-satunya yang mengajukan penawaran pada paket proyek yang bernilai Rp 4,9 miliar tersebut.
Selain menjadi single fighter atau penawar tunggal di paket Peningkatan Jaringan Daerah Irigasi Sumbermas, CV Rogo Teknik juga memperoleh 4 paket proyek APBD Indramayu tahun 2026 di Dinas PUPR dibidang serupa yakni Sumber Daya Air (SDA) yang dikemas menggunakan sistem pengadaan langsung, diantaranya sebagai berikut.
1. Normalisasi Embung Telukagung, Kecamatan Indramayu, senilai Rp397.611.339,45.
2. Normalisasi Pembuang Desa Cangkring 2, Kecamatan Cantigi, senilai Rp198.479.150,06.
3. Normalisasi Saluran Pembuang Prawira Kepolo senilai Rp397.917.305,03.
4. Normalisasi Saluran Pembuang Rambatan Lama Desa Cidempet senilai Rp397.872.334,56.
Rekam jejak CV Rogo Teknik ditahun 2025
Pada tahun 2025 lalu, CV Rogo Teknik dipercaya sebagai pihak penyedia untuk sejumlah proyek infrastruktur dari APBD Indramayu diantaranya yang dikemas melalui sistem pengadaan langsung (dasung).
Sejumlah proyek yang digarapnya itu yaitu rehabilitasi jalan lingkungan setana di Kelurahan Bojongsari senilai Rp 195 juta, serta rehabilitasi jalan lingkungan di Blok Wanasari Kelurahan Bojongsari senilai Rp 195 juta.
Diberitakan sebelumnya, ditahun ini, CV Rogo Teknik mendapatkan paket APBD Indramayu senilai Rp4,9 miliar. Kegiatan tersebut yaitu peningkatan jaringan irigasi sumbermas. Proyek ini di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR).
Dalam proses tender paket tersebut, CV Rogo Teknik merupakan satu-satunya perusahaan yang mengajukan penawaran harga.
Ketiadaan kompetitor lain, CV Rogo Teknik memenangkan paket peningkatan jaringan irigasi daerah sumbermas dengan tanpa lawan. Informasi mengejutkan terungkap, perusahaan tersebut diduga dipinjam oleh oknum yang memiliki kedekatan dengan lingkaran pendopo.
Dugaan mengejutkan ini terungkap setelah Direktur CV Rogo Teknik, Roin, secara terang-terangan bahwa perusahaannya dipinjam oleh seseorang berinisial HLM untuk mengerjakan proyek peningkatan jaringan irigasi daerah sumbermas.
“Dibawa HLM (nama diinsialkan_red),”Jawabnya saat dihubungi awak media Suburjagat.co.id, pada Minggu (19/07/2026).
Menanggapi kabar miring tersebut, Koordinator Umum Forum Peduli Indramayu (FPI) Masdi, berpendapat bahwa praktik pinjam bendera (perusahaan) dalam pengadaan barang dan jasa yang dibiayai dari dana pemerintah dinilai melanggar prinsip persaingan usaha sehat dan etika pengadaan.
Terlebih, seseorang yang disebutkan oleh Direktur CV Rogo Teknik memiliki kemiripan nama dengan oknum yang santer dikabarkan merupakan sosok yang mengkondisikan paket APBD Indramayu sejak kepemimpinan Bupati Lucky Hakim, yakni sejak tahun 2025.
“Praktik pinjam bendera melahirkan persaingan usaha yang tidak sehat, dan dugaan monopoli. Apa lagi nama yang disebutkan persis dengan oknum yang santer dikabarkan mampu mengendalikan pendistribusian paket APBD Indramayu,”Ujar Masdi.
Sementara, tim media beserta FPI masih melakukan upaya konfirmasi terhadap HLM terkait dugaan pinjam bendera tersebut. Hingga berita ini disusun, redaksi membuka ruang klarifikasi maupun hak jawab kepada pihak yang bersangkutan guna keberimbangan informasi.
(RN/Tim)
