Suburjagat.co.id | Indramayu – Suasana haru dan penuh kebahagiaan menyelimuti Madrasah Diniyah Takmiliyah Ula (MDTU) “Dalilun Ni’mah” di Blok Rancakitiran, Desa Kroya, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, saat rombongan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Indramayu datang memberikan penghargaan kepada seorang guru difabel yang selama ini dikenal memiliki dedikasi tinggi dalam dunia pendidikan keagamaan.

Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 10 Juni 2026 tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Indramayu, Aghuts Muhaimin, didampingi Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Ahmad Fadlali. Kedatangan mereka semula untuk memantau pelaksanaan Penilaian Akhir Tahun (PAT), namun juga sekaligus memberikan apresiasi kepada Titin Maryatin (35), guru madrasah yang menjadi inspirasi bagi banyak orang.
Titin tak kuasa menahan haru ketika melihat iring-iringan kendaraan yang datang ke tempatnya mengajar. Ia mengaku sama sekali tidak menyangka akan menerima perhatian dan penghargaan tersebut.
“Ya Allah, saya bahagia dan terharu. Saya dikasih uang banyak. Enggak nyangka, yang datang sampai tiga mobil,” ujar Titin dengan mata berkaca-kaca.
Titin merupakan guru madrasah diniyah yang terlahir sebagai penyandang disabilitas fisik. Meski tidak memiliki kaki yang sempurna dan hanya menempuh pendidikan hingga tingkat SMP, ia tidak pernah menyerah untuk mewujudkan cita-citanya menjadi seorang pendidik.
Setiap hari, Titin mengabdikan dirinya untuk mengajar anak-anak membaca Al-Qur’an dan memahami ilmu agama. Selain mengajar di madrasah, ia juga membuka les privat di lingkungan sekitar rumahnya. Dengan menggunakan sepeda listrik roda tiga, ia berkeliling dari satu rumah ke rumah lainnya untuk mengajar mengaji hingga malam hari.
Meski penghasilannya tidak besar, semangatnya untuk mencerdaskan generasi muda tidak pernah surut. Baginya, kebahagiaan terbesar adalah melihat anak-anak mampu membaca Al-Qur’an dengan baik.
Perjalanan hidup Titin juga tidak selalu mudah. Ia pernah mengalami masa sulit setelah kehilangan ibu tercinta dan suami yang sangat disayanginya. Namun, berkat keteguhan hati dan kedekatannya dengan Al-Qur’an, ia mampu bangkit dari keterpurukan dan kembali menjalani hidup dengan penuh semangat.
Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasinya, Kemenag Indramayu bersama Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) dan Baznas Kabupaten Indramayu menyerahkan bantuan uang tunai sebesar Rp3 juta serta sejumlah hadiah lainnya. Penghargaan diberikan secara langsung di madrasah agar Titin merasa lebih nyaman dan tidak canggung.
Kepala Kemenag Indramayu berharap kisah perjuangan Titin dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus berjuang dan mengabdi tanpa mengenal keterbatasan. Sementara itu, profil dan kisah inspiratif Titin juga dipublikasikan melalui berbagai media sosial resmi Kemenag Indramayu sebagai bentuk penghormatan atas pengabdiannya yang luar biasa di bidang pendidikan keagamaan.
(Red)
