Suburjagat.co.id | Indramayu – Pemerintah Desa Telukagung, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, bersama masyarakat menggelar tradisi sedekah bumi dengan khidmat pada Rabu (28/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan rezeki dan hasil pertanian, sekaligus momentum untuk mendoakan arwah para leluhur yang telah berjasa bagi kehidupan masyarakat desa.

Tradisi sedekah bumi ini juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi, menjaga kerukunan, serta melestarikan warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun. Untuk menambah kemeriahan dan memberikan hiburan kepada warga, panitia penyelenggara turut menghadirkan pertunjukan sandiwara yang disambut antusias oleh masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Kuwu Desa Telukagung, H. Rasmani, menyampaikan bahwa sektor pertanian masih menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat setempat. Menurutnya, Desa Telukagung memiliki lahan pertanian sekitar 148 hektare yang dimanfaatkan untuk kegiatan budi daya padi.
Ia menjelaskan, hasil panen pada musim tanam kali ini cukup menjanjikan. Setiap bau lahan pertanian diperkirakan mampu menghasilkan gabah sekitar 6–7 ton. Sementara itu, harga jual gabah tersebut dapat mencapai lebih dari Rp6.600, sesuai kondisi dan kualitas gabah di pasaran.
“Walaupun pada musim kekeringan akibat dampak El Niño, persoalan ketersediaan air untuk pertanian di Desa Telukagung masih dapat diatasi dengan baik. Kami dari pihak desa terus berkoordinasi dengan BBWS agar pasokan air tetap tersedia,” ungkap H. Rasmani.
Ia menambahkan, setiap dua minggu air dapat disalurkan melalui saluran sekunder Sindu Perja. Selain itu, pemerintah desa memanfaatkan pompanisasi yang terus diupayakan agar tetap aktif dalam menjaga ketersediaan air untuk kebutuhan lahan pertanian.
Meski demikian, para petani masih menghadapi sejumlah kendala yang dapat memengaruhi produktivitas tanaman padi. Di antaranya serangan hama tikus serta gejala padi kelowor yang menurutnya berkaitan dengan kondisi keasaman tanah.
Menghadapi tantangan tersebut, Pemerintah Desa Telukagung mulai menyiapkan strategi untuk musim tanam mendatang. Salah satu langkah yang direncanakan pada periode 2026–2027 adalah mengubah jadwal penanaman padi secara serentak.
“Biasanya penanaman dilakukan pada Januari. Ke depan, kami merencanakan penanaman serentak pada Desember. Harapannya, langkah ini dapat membantu menghindari serangan hama sekaligus menyiasati harga gabah agar petani memperoleh harga jual yang lebih maksimal,” jelasnya.
Perubahan jadwal tanam tersebut diharapkan dapat membantu petani mengelola masa tanam dan panen secara lebih terencana. Koordinasi mengenai pengairan, pengendalian hama, serta pengaturan waktu tanam juga menjadi bagian penting dalam mendukung keberlanjutan sektor pertanian.
Melalui tradisi sedekah bumi, masyarakat Desa Telukagung tidak hanya mengungkapkan rasa syukur atas hasil panen, tetapi juga memperkuat kebersamaan dalam menghadapi berbagai tantangan pertanian.
Pemerintah desa berharap tradisi budaya tersebut tetap lestari dari generasi ke generasi, seiring dengan upaya meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan masyarakat. Dengan dukungan pengairan yang memadai, pengendalian hama, serta strategi tanam yang tepat, sektor pertanian Desa Telukagung diharapkan terus berkembang dan memberikan manfaat bagi kehidupan warga.
(Red)
