Suburjagat.co.id | Indramayu – Tradisi pesta laut atau nadran perahu bubu kembali menjadi salah satu bentuk kearifan lokal masyarakat pesisir yang sarat makna budaya dan nilai kebersamaan. Kegiatan yang dilaksanakan di kawasan pesisir Pantai Song ini menjadi momentum bagi para nelayan untuk mengungkapkan rasa syukur atas rezeki dan hasil laut yang selama ini menjadi sumber penghidupan mereka.
Puncak acara nadran perahu bubu ditandai dengan prosesi pelarungan kepala kerbau ke laut. Prosesi tersebut merupakan bagian dari tradisi turun-temurun yang masih dijaga oleh masyarakat nelayan sebagai simbol penghormatan terhadap alam yang telah memberikan hasil laut bagi kehidupan mereka.
Acara pelarungan Kepala kerbau di kawal langsung oleh satuan polisi laut Polairud Polres Indramayu sehingga acara berjalan dengan hikmat, lancar dan aman.
Bagi masyarakat pesisir, pesta laut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan juga menjadi warisan budaya yang mengandung nilai spiritual, sosial, dan kebersamaan. Melalui kegiatan tersebut, para nelayan berharap agar senantiasa diberikan keselamatan ketika melaut, memperoleh hasil tangkapan yang melimpah, serta dijauhkan dari berbagai marabahaya selama menjalankan aktivitas di laut.
Pelaksanaan nadran perahu bubu juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk berkumpul, mempererat tali silaturahmi, dan menjaga hubungan harmonis antarnelayan. Kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan tersebut menjadi salah satu kekuatan masyarakat pesisir dalam mempertahankan tradisi leluhur di tengah perkembangan zaman.
Selain memiliki makna sebagai ungkapan rasa syukur, pesta laut juga berpotensi menjadi daya tarik budaya bagi masyarakat luas. Tradisi ini memperlihatkan kekayaan adat istiadat masyarakat pesisir Indramayu yang memiliki hubungan erat dengan laut sebagai sumber kehidupan.
Namun, pelestarian tradisi tersebut juga perlu diiringi dengan kesadaran menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan laut. Laut yang menjadi tumpuan hidup para nelayan perlu dirawat agar sumber daya perikanan tetap terjaga dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang.
Melalui nadran perahu bubu di pesisir Pantai Song, masyarakat diharapkan semakin memperkuat semangat gotong royong, menjaga persaudaraan, serta mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.
Ketua pelaksana kegiatan nadran menambahkan “Tradisi pesta laut ini menjadi pengingat bahwa kehidupan masyarakat pesisir tidak dapat dipisahkan dari alam. Rasa syukur atas hasil laut hendaknya diwujudkan pula melalui tindakan nyata dalam menjaga ekosistem laut agar tetap lestari” ungkap Narmin pada Kamis (22/10/2026).
Dengan demikian, nadran perahu bubu tidak hanya menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat nelayan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan pesisir.
Sekretaris Jenderal Yayasan Warisan Jagat Nusantara (WAJAN), Warta, menilai bahwa tradisi nadran perahu bubu merupakan bagian dari kekayaan budaya masyarakat pesisir Indramayu yang perlu dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.
Menurutnya, tradisi pesta laut tidak hanya memiliki nilai sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat nelayan, tetapi juga mengandung nilai sejarah, kebersamaan, gotong royong, dan kearifan lokal yang tumbuh dalam kehidupan masyarakat pesisir.
“Tradisi nadran perahu bubu merupakan salah satu bentuk warisan budaya yang mencerminkan hubungan erat antara masyarakat pesisir dengan laut sebagai sumber penghidupan.
Tradisi seperti ini perlu didokumentasikan, dikaji, dan diperkenalkan kepada generasi muda agar nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya tidak hilang ditelan perkembangan zaman,” ungkap Warta, Sekretaris Jenderal Yayasan Warisan Jagat Nusantara (WAJAN).
Ia menambahkan, upaya pelestarian budaya perlu dilakukan melalui kerja sama antara masyarakat, pelaku budaya, pemerintah, dan lembaga kebudayaan.
Dokumentasi dalam bentuk tulisan, foto, video, maupun jurnal budaya dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan pengetahuan mengenai tradisi lokal Indramayu.
“Pelestarian budaya juga harus berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan. Laut bukan hanya sumber penghidupan nelayan, tetapi juga bagian penting dari kehidupan masyarakat pesisir yang harus dijaga kelestariannya untuk generasi mendatang,” tambahnya.
(Dewa)
