Suburjagat.co.id | Indramayu – Dugaan pengkondisian proyek APBD Indramayu sejak kepemimpinan Bupati Lucky Hakim semakin menggemaskan publik. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta untuk segera mengungkap fakta terkait kabar yang terasa panas tersebut, pada Selasa (09/06/2026).
Informasi yang berkembang, paket-paket APBD Indramayu tahun 2025-2026, baik pengadaan maupun konstruksi diduga dikendalikan oleh “avatar” (sebutan untuk oknum sipil inisial HH). Ia disebut-sebut merupakan pintu gerbang ketersediaan menu-menu proyek tersebut.
Hal demikian sebagaimana diungkapkan sumber kepada Suburjagat.co.id beberapa waktu lalu bahwa, proyek APBD Indramayu sejak kepemimpinan Bupati Lucky Hakim dan Syaefudin dikendalikan oleh oknum sipil berinisial HH. Bagi para penyedia/kontraktor yang ingin memperoleh paket tersebut, kata dia, harus mendapatkan persetujuan dari HH, karena ia merupakan pintu gerbang utama terkait pembagian proyek.
“Sejak pergantian Bupati di tahun 2025 itu, HH yang mengendalikan proyek, jika ingin mendapatkan paket infrastruktur APBD Indramayu harus ada persetujuan dulu dari dia,” Ucap narasumber tanpa ada keragu-raguan.
Tak hanya itu, dugaan praktik “ijon proyek” juga terjadi dalam pusaran pengkondisian paket tersebut. Tanpa pemberian uang fee di muka, lanjut sumber, para penyedia tidak akan mendapatkan paket APBD seperti yang dimaksudkan.
“Kalau tanpa setor fee dulu tidak akan diberi paket kegiatannya, karena seperti itu komitmennya,”Terangnya.
Berdasarkan data yang terakses media ini, untuk tahun 2025, realisasi RUP (peyedia), Pemerintah Kabupaten Indramayu menggelontorkan APBD untuk pekerjaan konstruksi Rp 403.696.688.091, pengadaan barang Rp 211.369.147.570, jasa lainnya Rp 25.101.300.562, dan jasa konsultasi Rp 27.352.807.420.
Untuk nominal dana berdasarkan metode pemilihannya, yaitu tender Rp 150.126.405.994, seleksi Rp 665.809.080, E-purchasing Rp 206.921.183.669, pengadaan langsung Rp 309.662.544.900, penunjukan langsung Rp 144.000.000, lainnya Rp 90.000.000.
Sedangkan untuk ditahun 2026, realisasi RUP (penyedia) APBD Indramayu untuk pekerjaan konstruksi Rp 198.801.176.361, pengadaan barang Rp 58.810.061.522, jasa konsultasi Rp 8.437.263.284, dan jasa lainnya Rp 84.119.708.079.
Untuk nominal dana berdasarkan metode pemilihannya ditahun 2026 ini, yaitu tender Rp 163.667.201.719, seleksi Rp 1.138.593.217, E-purchasing Rp 132.704.685.782, pengadaan langsung Rp 52.657.728.528.
Dalam pemberitaan sebelumnya, desakan publik kepada Aparat Penegak Hukum (APH) agar mengungkap kasus ini ke permukaan. Langkah awal yang disarankan adalah untuk memeriksa dan membedah dokumen penyedia secara komprehensif pada sistem lelang paket APBD tahun 2025-2026 di Bagian Barang dan Jasa (Barjas) Sekretariat Daerah Kabupaten Indramayu.
Korelasinya dengan dugaan pengkondisian proyek tersebut, yakni disinyalir adanya sejumlah perusahaan penyedia yang tidak memenuhi standar kelengkapan dokumen administrasi maupun teknis namun tetap memenangkan paket pekerjaan dari APBD tersebut.
Selain itu, disinyalir sejumlah perusahaan penyedia maupun kontraktor mendominasi paket-paket APBD tersebut. Jika tanpa adanya faktor dugaan pengkondisian proyek, kemungkinan kecil perusahaan yang tidak memenuhi syarat administrasi bisa ditetapkan sebagai pemenang dan bahkan memperoleh paket dalam jumlah banyak.
Seorang warga Indramayu yang tidak ingin disebut namanya, kepada Suburjagat.co.id menyampaikan kesiapannya membantu APH untuk memberikan data-data sebagai referensi terkait dugaan ketidaksesuaian administrasi perusahaan penyedia yang memenangkan sejumlah proyek APBD Indramayu tahun 2025-2026.
“Jika APH akan memeriksa bagian Barjas terkait masalah itu, saya siap membantu memberikan data-data untuk dijadikan referensi, saya yakin dugaan tersebut bisa diungkap ke permukaan,”Tegasnya.
Terbaru, publik juga meminta KPK agar segera mengungkap dugaan miring tersebut ke permukaan. Bila perlu, langkah yang dilakukan sebagai pembuktian fakta peristiwa hukum yakni Operasi Tangkap Tangan (OTT).
Hingga berita ini terbit, Bupati Indramayu Lucky Hakim masih memilih mogok bicara terkait dugaan yang mengalir deras tersebut, ia tidak merespon konfirmasi awak media Suburjagat.co.id yang menghubunginya melalui pesan whatsapp sejak Jum’at (05/06/2026) kemarin.
(Roni/Tim)
