Suburjagat.co.id | Indramayu – Biaya untuk makanan dan minuman (mamin) rapat di Disduk P3A Kabupaten Indramayu masih menjadi tanda tanya besar publik. Hal itu lantaran nominal dana yang digelontorkan terbilang fantastis, lebih spesifiknya yakni Rp.560.296.800. Uang tersebut bersumber dari APBD tahun 2026.

Rasa penasaran publik mulai membayangi pengadaan bernilai jumbo tersebut, faedah untuk masyarakat Indramayu khususnya kaum perempuan dan anak kini dipertanyakan. Pasalnya, dari keseluruhan APBD ditahun ini yang diserap oleh Disduk P3A, sebagain besar direalisasikan untuk belanja mamin rapat.
Data yang terakses Suburjagat.co.id belum lama ini, realisasi APBD tahun anggaran 2026 di Disduk P3A Indramayu sebesar Rp Rp.888.664.800. Adapun penggunaannya yaitu untuk belanja mamin tahap pertama Rp 366.873.600, belanja mamin tahap ke-2 Rp 223.423.200.
Sedangkan sisanya, dipergunakan untuk belanja jasa tenaga kebersihan, keamanan, supir periode pertama senilai Rp 110.592.000, menunjuk PT Bintang Service Management (BSM) sebagai penyedia. Selanjutnya pengadaan serupa, yakni belanja jasa tenaga kebersihan, keamanan, supir perode ke-2 senilai Rp 36.864.000 oleh PT Bintang Service Management (BSM).
Terakhir, bentuk pengadaannya tidak ada perbedaan dengan paket yang dikelola oleh PT Bintang Service Management (BSM) tersebut, yaitu belanja jasa tenaga kebersihan, keamanan, supir senilai Rp 150.912.000. Kali ini, pihak penyedia yang diamanahi adalah PT Sinergi Bintang Abadi (SBA).
Dalam pemberitaan sebelumnya, seorang warga Indramayu, Rahayu, merasa terkejut dan heran melihat fenomena yang terjadi Disduk P3A. Ia menilai, penggunaan dana APBD di instansi tersebut terkesan kurang bermanfaat bagi masyarakat, dimana sebagian besar dana dialokasikan untuk belanja makanan dan minuman rapat pihak dinas terkait.
“Kalau sebagian besar dana hanya untuk makanan dan minuman rapat, lalu apakah ada manfaat bagi masyarakat khususnya kaum perempuan dan anak-anak tatkala perlu bantuan dari dinas tersebut,”Ujarnya penuh keheranan.
Muncul sebuah pertanyaan dibenaknya terkait jumlah kegiatan rapat di DP2KBP3A tersebut. Menurut dia, anggaran sebesar Rp.560.296.800 hanya untuk pengadaan belanja makanan dan minuman rapat saja bukanlah jumlah yang sedikit.
“Penasaran juga, sampai saat ini kegiatan rapatnya sudah dilakukan berapa kali dan dihadiri oleh berapa orang peserta hingga menelan biaya sebesar itu,”Tutur Rahayu sambil mengerutkan dahi.
Sementara, Suburjagat.co.id belum bisa meminta penjelasan Kepala Disduk P3A Indramayu, Iman Sulaeman, karena dirinya sedang tidak berada di tempat saat akan di temui di kantornya, pada Senin (08/06/2026) siang.
Hingga berita ini dibuat kembali, upaya konfirmasi terkait polemik di Disduk P3A tersebut masih dilakukan.
(Roni/Tim)
