Suburjagat.co.id | Indramayu – DPRD Kabupaten Indramayu menerima aspirasi yang disampaikan oleh Aliansi Topi Jerami dalam aksi damai yang digelar di depan Kantor DPRD Jalan Jenderal Sudirman, No.159, Kelurahan Lemahmekar, Kecamatan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada Kamis (7/5/2026).
Aksi tersebut menjadi sarana bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan daerah yang dinilai perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah dan lembaga legislatif.
Kegiatan berlangsung sekitar pulau 14 ⁰⁰ WIB, dengan pengawalan aparat keamanan dari Anggota kepolisian Polres Indramayu, Anggota TNI Dandim 0616 Indramayu, dan Polisi Pamong Praja guna memastikan jalannya aksi tetap tertib dan kondusif. Massa aksi tampak membawa spanduk, poster, serta menyampaikan orasi secara bergantian mengenai isu pendidikan, ekonomi, lingkungan hidup, hingga penegakan hukum di Kabupaten Indramayu.
Dalam aksi tersebut, pihak DPRD Kabupaten Indramayu menerima perwakilan massa aksi secara terbuka sebagai bentuk penghormatan terhadap hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum. Audiensi berlangsung di lingkungan Kantor DPRD Kabupaten Indramayu dengan suasana dialogis dan penuh keterbukaan.

Audiensi diterima langsung oleh Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Indramayu, Endang Effendi, bersama Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Indramayu, Hj. Wardah, serta Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Indramayu, Anggi Nofiah.
Dalam dialog tersebut, perwakilan Aliansi Topi Jerami menyampaikan sejumlah tuntutan dan kritik terhadap kondisi sosial masyarakat di Kabupaten Indramayu. Massa aksi menyoroti persoalan pendidikan yang dinilai masih belum merata, tingginya angka pengangguran, meningkatnya kemiskinan, hingga persoalan pengelolaan sampah yang dianggap belum optimal.
Selain itu, massa aksi juga meminta DPRD agar memperkuat fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan daerah. Mereka menilai transparansi dan keterbukaan informasi publik harus terus ditingkatkan agar masyarakat dapat mengetahui pelaksanaan program-program pemerintah daerah secara jelas dan akuntabel.
Tak hanya itu, massa aksi juga berharap adanya langkah konkret dari pemerintah daerah dalam menciptakan lapangan pekerjaan baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi kalangan pemuda dan masyarakat kecil. Mereka menilai pembangunan daerah harus berjalan secara merata dan mampu memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.
Mereka meminta agar mengusut tuntas dugaan korupsi mark up pengadaan senilai 39.6 Miliar yang dilakukan Plt Dirut PDAM. Selain itu juga ada dugaan pengadaan software fiktif yang dilakukan Dirtek sebesar 2,1 Miliar. Massa aksi juga menyoroti pelayanan PDAM Indramayu yang masih belum maksimal untuk konsumen.

Menanggapi aspirasi tersebut, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Indramayu, Anggi Nofiah, S.I.Pol., menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta aksi yang telah menyampaikan pendapat secara damai dan tertib. Menurutnya, penyampaian aspirasi merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi yang harus dihormati bersama guna terciptanya kemakmuran masyarakat.
“Terima kasih kepada teman-teman Aliansi Topi Jerami semuanya atas aspirasi yang disampaikan kepada kami dan tetap menghormati lembaga DPRD. Saya sepakat dengan aspirasi yang disampaikan demi kemajuan Kabupaten Indramayu,” ujarnya di hadapan massa aksi.
Pihak DPRD Kabupaten Indramayu menegaskan bahwa setiap masukan, kritik, dan aspirasi masyarakat akan menjadi perhatian lembaga legislatif untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan yang dimiliki. DPRD juga berkomitmen menjaga komunikasi yang baik antara masyarakat, pemerintah daerah, dan lembaga legislatif demi terciptanya pembangunan daerah yang lebih baik.
Aksi damai tersebut berlangsung aman dan kondusif hingga selesai. Setelah menyampaikan aspirasi di Kantor DPRD Kabupaten Indramayu, massa aksi kemudian melanjutkan kegiatan menuju Pendopo Kabupaten Indramayu untuk kembali menyuarakan tuntutan mereka kepada pemerintah daerah.
(Advertorial Media)
