Suburjagat.co.id | Indramayu, 13 April 2026 — Seorang nelayan asal Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, dilaporkan hilang di laut setelah diduga terjatuh dari perahunya saat melaut, Senin (13/4/2026). Hingga kini, korban masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 07.30 WIB di perairan Indramayu, berdasarkan laporan dari masyarakat nelayan setempat. Korban diketahui bernama Tohir (49), warga Blok Pangpang I, RT 04/RW 01, Desa Eretan Kulon. Ia berprofesi sebagai nelayan dan berangkat melaut seorang diri menggunakan perahu KM Julita Jaya.
Menurut keterangan, Tohir berpamitan kepada istrinya, Kadini, sekitar pukul 05.00 WIB untuk melaut seperti biasa dari dermaga Pelabuhan Perikanan Eretan Kulon dengan menggunakan alat tangkap jaring arad.
Namun, sekitar pukul 07.30 WIB, seorang nelayan bernama Carudin yang sedang melaut di sekitar perairan Kali Menir melihat perahu KM Julita Jaya berputar-putar tanpa kendali dan hampir menabrak perahunya. Merasa curiga, Carudin segera menghindar dan kemudian mengejar perahu tersebut.
Setelah berhasil mendekati, Carudin mendapati bahwa tidak ada awak di atas perahu. Ia kemudian mematikan mesin KM Julita Jaya dan meminta bantuan nelayan lain yang melintas, yakni Baban dan Tarno, yang saat itu menggunakan perahu KM Sri Rejeki.
Selanjutnya, mereka bersama-sama menggandeng perahu korban menggunakan KM Apis Jaya dan KM Sri Rejeki untuk dibawa kembali ke dermaga Pelabuhan Perikanan Eretan Kulon.
Setibanya di darat, kejadian tersebut langsung dilaporkan kepada Ketua KUD TPI Mina Bahari Eretan, yang kemudian meneruskan laporan kepada aparat terkait, termasuk jajaran Dit Polairud Polda Jawa Barat dan Sat Polairud Polres Indramayu.
Hingga berita ini diturunkan, korban Tohir masih belum ditemukan. Tim SAR bersama aparat kepolisian dan nelayan setempat terus melakukan upaya pencarian di sekitar lokasi kejadian.
Pihak berwenang mengimbau para nelayan untuk selalu berhati-hati saat melaut serta memastikan keselamatan diri guna menghindari kejadian serupa.
(Red)
