Suburjagat.co.id | Indramayu – Sejumlah warga Desa Limbangan, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, menutup akses jalan menuju lokasi proyek pembangunan milik PT Polytama pada Sabtu (11/4/2026).

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes karena warga setempat tidak dilibatkan sebagai tenaga kerja dalam proyek tersebut.
Penutupan jalan dilakukan dengan memasang barikade berupa kursi di ruas jalan desa yang selama ini digunakan sebagai jalur keluar-masuk pekerja proyek. Akibatnya, aktivitas proyek sempat terganggu.
Aksi ini dipicu oleh kekecewaan warga yang merasa diabaikan, padahal Desa Limbangan merupakan wilayah penyangga (ring satu) dari lokasi proyek. Warga menilai seharusnya masyarakat setempat diprioritaskan dalam penyerapan tenaga kerja, terutama karena proyek tersebut berdampak langsung terhadap lingkungan mereka.
Selain itu, warga juga menyoroti ketidaksesuaian antara realisasi penyerapan tenaga kerja dengan hasil kesepakatan sebelumnya. Dalam pertemuan di ruang Sekretaris Daerah (Sekda), disebutkan bahwa minimal 70 persen tenaga kerja seharusnya berasal dari wilayah penyangga (ring satu). Namun, warga menilai komitmen tersebut belum terealisasi.
Kuwu Desa Limbangan, H. Nurwenda, melalui Kaur Umum Gopur menjelaskan bahwa aksi penutupan jalan juga dipicu oleh dampak lingkungan dari aktivitas proyek. Menurutnya, penggunaan jalan desa oleh pekerja proyek dengan intensitas tinggi menimbulkan polusi debu yang mengganggu kenyamanan dan kesehatan warga.
Ia juga menambahkan bahwa aspek keselamatan menjadi perhatian serius, khususnya bagi anak-anak sekolah yang setiap hari melintasi jalan tersebut. Aktivitas pekerja proyek yang hilir mudik dinilai berpotensi membahayakan keselamatan mereka.
Hingga saat ini, warga berharap adanya dialog terbuka antara pihak perusahaan dan masyarakat. Mereka mendesak perusahaan segera memberikan solusi terkait penyerapan tenaga kerja lokal serta pengendalian dampak lingkungan akibat aktivitas proyek.
(Red)
