Suburjagat.co.id | Indramayu, 6 April 2026 — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indramayu menggelar rapat paripurna dalam rangka penyampaian jawaban Bupati Indramayu atas pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun Anggaran 2025. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Sidang Utama DPRD Kabupaten Indramayu, Senin (6/4/2026).

Rapat paripurna ini dihadiri oleh Bupati Indramayu Lucky Hakim, pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Indramayu, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta sejumlah tamu undangan. Agenda ini menjadi bagian penting dalam proses evaluasi kinerja pemerintah daerah selama Tahun Anggaran 2025.
Dalam forum tersebut, Bupati Lucky Hakim menyampaikan jawaban atas berbagai masukan, saran, serta kritik yang disampaikan oleh masing-masing fraksi DPRD.
Menanggapi pemandangan umum Fraksi Partai Golkar, Bupati menjelaskan bahwa pemerintah daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang secara rutin melakukan pemeliharaan jalan berlubang sesuai dengan kewenangannya. Terkait permasalahan eceng gondok, pemerintah daerah tengah melakukan upaya penanganan melalui pengadaan perahu pencacah gulma yang saat ini masih dalam proses. Selain itu, kegiatan normalisasi saluran air yang disertai pembersihan eceng gondok juga telah dianggarkan.
Sementara itu, menanggapi pemandangan umum Fraksi PDI Perjuangan terkait layanan air bersih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), Bupati menyampaikan bahwa kondisi air yang tidak mengalir atau keruh dipengaruhi oleh tingginya curah hujan di wilayah hulu. Hal ini berdampak pada kualitas dan debit air baku yang bersumber dari Sungai Cimanuk, Cipanas, dan Cipunegara. Letak geografis Indramayu yang berada di dataran rendah turut menyebabkan tingginya kandungan lumpur dan polutan yang terbawa hingga ke hilir, sementara instalasi pengolahan air masih memiliki keterbatasan dalam menyaring polutan tersebut.
Menjawab pemandangan umum Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Bupati menjelaskan bahwa pemberian insentif bagi guru PAUD telah direncanakan melalui Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025 dan telah direalisasikan untuk tiga bulan, yakni Oktober, November, dan Desember 2025. Untuk Tahun Anggaran 2026, insentif tersebut telah dianggarkan sejak penetapan APBD murni.
Selanjutnya, terhadap pemandangan Fraksi Partai Gerindra, Bupati menyampaikan bahwa capaian kinerja program pengelolaan sampah mencapai 103,31 persen. Capaian ini merupakan hasil akumulasi dari sejumlah indikator, seperti jumlah kelompok masyarakat yang aktif dalam pengelolaan sampah, volume sampah yang berhasil didaur ulang, serta ketersediaan sarana dan prasarana, mulai dari proses pemilahan hingga pemrosesan akhir.
Menanggapi pemandangan umum Fraksi PKS-Perindo, Bupati menjelaskan berbagai upaya pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga padi demi meningkatkan kesejahteraan petani. Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, pemerintah melakukan sosialisasi, pembinaan, dan pendampingan kepada petani dan kelompok tani. Selain itu, pemerintah juga memberikan bantuan berupa lumbung pangan dan lantai jemur, serta menjalin kerja sama dengan Perum Bulog dalam penyerapan gabah petani sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP).
Terakhir, terhadap pemandangan Fraksi Demokrat-NasDem, Bupati menyampaikan bahwa indikator makro Kabupaten Indramayu pada Tahun 2025 menunjukkan peningkatan di sejumlah sektor. Meski demikian, masih terdapat tantangan berupa ketimpangan sosial dan ekonomi yang perlu menjadi perhatian. Oleh karena itu, pemerintah daerah akan menyusun program kerja yang lebih realistis dan tepat sasaran guna menekan angka pengangguran, meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang merata, serta memperbaiki pendapatan per kapita masyarakat.
Melalui rapat paripurna ini, diharapkan terjalin komunikasi yang konstruktif antara pihak eksekutif dan legislatif. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel, sekaligus mendorong pembangunan daerah yang lebih optimal di Kabupaten Indramayu.
(Advertorial Media)
