Suburjagat.co.id | Indramayu – Skandal dugaan penipuan dan penggelapan bermodus menjanjikan pekerjaan paket tender APBD tahun anggaran 2026 oleh oknum ASN di Kecamatan Indramayu berinisial bernilai MSS Rp.25 juta menjadi sinyal kuat adanya indikasi ijon proyek, pada Rabu (18/03/2026).
Sebagaimana diketahui, belakangan ini ramai kasus ijon proyek. Bahkan, skandal tersebut hingga menyeret nama Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang dan oknum kontraktor Sarjan yang saat ini sudah ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) dengan barang bukti uang tunai puluhan miliar rupiah.
Terkini di Kabupaten Indramayu, seorang oknum ASN berinisial MSS diduga telah melakukan penipuan dan pengelapan uang Rp.25 juta rupiah terhadap warga setempat. Modusnya, MSS menawarkan pekerjaan paket proyek APBD tahun anggaran 2026 namun nihil.
Jika dikorelasikan dengan 2 (dua) jenis peristiwa diatas, menjadi sinyal kuat publik adanya dugaan ijon proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu. Oleh karenanya, perlu langkah-langkah khusus bagi KPK untuk mengungkap informasi tersebut.
Diberitakan sebelumnya, Oknum ASN di Kantor Kecamatan Indramayu Kabupaten Indramayu, berinisial MSS terancam dilaporkan kepihak berwenang atas dugaan penipuan dan penggelapan uang puluhan juta rupiah bermodus proyek APBD tahun anggaran 2026.
Pernyataan tersebut oleh seorang warga Indramayu, pada Selasa (17/03/2026). Ia merupakan korban MSS.
Dikatakannya kepada Suburjagat.co.id, perlu adanya sikap tegas terhadap MSS atas perbuatannya tersebut. Langkah itu dilakukan agar supaya tidak ada korban lainnya yang menjadi sasaran dugaan penipuan dan penggelapan oleh MSS.
Menurut korban, perbuatan MSS sudah tidak bisa ditolerir mengingat itikad baiknya yang minim untuk mengembalikan kerugian materinya. Sehingga, kata dia, MSS layak untuk dilaporkan ke Kepolisian untuk dugaan tindak pidananya serta ke pihak Pemda Indramayu guna penindakan sacara etik ASN.
“Dia layak untuk dilaporkan karena sangat minim itikad baiknya, jangan sampai ada korban lainnya,”Tegas korban.
Perbuatan memalukan itu terjadi pada saat MSS menawarkan salah satu paket proyek jalan bernilai miliaran rupiah yang konon katanya bersumber dari APBD tahun anggaran 2026 kepada seorang warga sipil tersebut yang kebetulan berprofesi sebagai kontraktor.
Berdasarkan keterangan korban, tawaran proyek tersebut disampaikan secara langsung disuatu tempat. Kemudian, MSS meminta uang senilai Rp.25 juta dan diterima melalui tranfser ke rekeningnya pada tanggal 18 februari 2026 dengan komitmen paket tersebut akan diserahkan ke korban untuk dikerjakan.
Diceritakan korban, paket jalan yang dijanjikan oleh MSS tersebut akan tayang pada akhir Februari 2026. Namun realitanya, hingga kini tidak ada kejelasan yang diterima oleh korban mengenai paket APBD Indramayu bernilai miliaran rupiah tersebut.
Parahnya, meski paket tersebut tidak ada kejelasan, MSS enggan untuk mengembalikan uang Rp.25 juta yang telah diterimanya melalui rekening salah satu Bank. Saat korban menuntut pengembalian dana, MSS justru malah tidak mengindahkan permintaan tersebut dan hanya sekadar menebar janji manis hingga berulang kali.
“Boro-boro mengerjakan, paketnya aja tidak seperti yang dijanjikan, infonya paket itu sudah diserahkan ke orang lain, saya hanya meminta agar uang tersebut dikembalikan, tetapi dia (MSS) janji-janji terus seperti tidak ada itikad baik,”Ungkap korban.
Saat ditemui di ruang kerjanya, pada Rabu (11/03/2026), ketika dipertanyakan terkait dugaan tipu gelap tersebut MSS mengakui segala perbuatannya kepada tim media meski awalnya sempat berkelit mengenai pengembalian uang Rp.25 juta yang sudah diterimanya itu.
“Betul seperti itu kronologisnya,”Ucap MSS kepada tim media singkat mengakui perbuatannya.
Kepada tim media, MSS juga berjanji akan sesegera mungkin mengembalikan uang tersebut kepada korban terhitung tanggal 11 Maret 2026. Namun, hingga kini belum ada tanda-tanda itikad baiknya terkait pengembalian tersebut.
Sementara itu, Camat Indramayu, Dulyono, tidak dapat memberikan tanggapannya terkait persoalan yang menyeret staff di kantornya tersebut. Ia beralasan belum mendapat informasi kejelasan mengenai dugaan yang kini berkembang itu.
“Waalaikumussalaam…Mangga mas…kita blm dapat info kejelasan terkait hal tsb…mangga konfirmasi dengan yg bersangkutan.”Jawabnya melalui pesan singkat whatsapp.
Sekadar informasi, ijon proyek adalah praktik korupsi di mana pengusaha memberikan suap kepada pejabat (seperti Bupati atau Kepala Dinas) agar memenangkan tender proyek sebelum proses lelang resmi berjalan. Ilustrasinya sering melibatkan aliran dana, suap tunai, dan kesepakatan rahasia antara kontraktor dan pemegang jabatan untuk kepentingan pribadi.
(Roni/Tim)
