Suburjagat.co.id | Indramayu – Yayasan Selendang Puan Dharma Ayu bersama Pemerintah Desa Krasak menggelar Festival Budaya di halaman Kantor Desa Krasak, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, pada Selasa (24/3/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Muda Berdaya, Merawat Warisan, Menghidupkan Tradisi” ini dihadiri oleh Ketua Yayasan Selendang Puan Dharma Ayu, Yuyun Khoerunnisa, Kuwu Desa Krasak Khairul Isma Arif, S.Pd, tokoh masyarakat, serta warga Desa Krasak dari berbagai kalangan.
Festival ini menjadi ruang ekspresi bagi masyarakat, mulai dari remaja hingga orang tua, yang antusias menyaksikan beragam pertunjukan seni dan budaya. Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa budaya lokal masih memiliki tempat di hati masyarakat, terutama ketika dikemas secara menarik dan inklusif.
Ketua Yayasan Selendang Puan Dharma Ayu, Yuyun Khoerunnisa, menjelaskan bahwa festival ini merupakan wujud komitmen yayasan dalam menjaga keberlangsungan budaya lokal melalui peran aktif generasi muda.
“Festival ini kami hadirkan sebagai ruang bagi anak muda untuk berdaya dan mengenal budaya. Mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku utama dalam merawat dan menghidupkan tradisi,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelestarian budaya tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan membutuhkan proses berkelanjutan serta kolaborasi berbagai pihak. Menurutnya, keterlibatan generasi muda menjadi kunci agar nilai-nilai budaya tetap relevan di masa depan.
“Kami percaya, ketika generasi muda diberi ruang dan kesempatan, mereka mampu menghadirkan inovasi tanpa meninggalkan akar budaya. Inilah yang ingin kami dorong melalui festival ini,” tambahnya.
Selain menampilkan pertunjukan seni, festival ini juga menjadi sarana edukasi budaya. Para peserta dan pengunjung diajak memahami makna di balik setiap tradisi yang ditampilkan, sehingga budaya tidak hanya dipandang sebagai hiburan, tetapi juga sebagai bagian penting dari jati diri bangsa.
Di tengah arus globalisasi, kegiatan seperti Festival Budaya dinilai sangat penting. Modernisasi yang kian pesat kerap menjauhkan generasi muda dari tradisi. Oleh karena itu, pendekatan kreatif melalui festival menjadi strategi efektif untuk menjembatani kesenjangan tersebut.
Sementara itu, Kuwu Desa Krasak, Khairul Isma Arif, S.Pd, menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan Yayasan Selendang Puan Dharma Ayu. Melalui kegiatan ini, berbagai seni budaya khas Indramayu dapat diperkenalkan kepada generasi muda,” ungkapnya.
Sejumlah pengunjung mengaku terkesan dengan festival tersebut. Selain menghibur, acara ini juga memberikan pengalaman baru dalam memahami budaya secara lebih dekat.
“Kegiatannya seru dan membuka wawasan. Jadi lebih sadar pentingnya menjaga budaya sendiri,” ujar salah satu pengunjung.
Yayasan Selendang Puan Dharma Ayu berharap Festival Budaya ini dapat menjadi agenda berkelanjutan yang terus berkembang setiap tahun. Dengan melibatkan lebih banyak komunitas dan pelaku seni, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi gerakan kolektif dalam menjaga dan menghidupkan kembali tradisi.
Melalui festival ini, tersampaikan pesan bahwa masa depan budaya berada di tangan generasi muda. Dengan semangat, kreativitas, dan kepedulian, tradisi tidak hanya akan bertahan, tetapi juga berkembang seiring waktu.
(Red)
