Suburjagat.co.id || Indramayu
Banyaknya kasus pekerjaan proyek insfrastruktur di berbagai jalan Desa Desa Kabupaten Indramayu menjelang berakhirnya tahun 2025, menyisakan banyak pertanyaan, salah satu yang sering didapati ketiadaan papan informasi dan pelaksana proyek entah dari pihak P.U maupun Konsultan Pekerjaan, hingga sering kali menimbulkan perseteruan dan perdebatan menciptakan kontroversi.
Dalam Hal P.U.P.R Indramayu di duga serta terkesan membiarkan Para Mafia kontraktor nakal bebas mendapatkan tender. Dugaan Pembiaran Kasus demi kasus kontruksi ini menambah dugaan liar asumsi publik bahwa para mafia masih berakar di internal P.U.P.R Indramayu.
Salah satunya Proyek betonisasi, tepatnya di Blok Karangbaru rt 23 rw 03 Desa Singajaya, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu Jawa Barat, pekerjaan betonisasi yang tanpa papan proyek serta di Duga kuat mengurangi volume ketingian, sehingga tak sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan, pada senin (29/12/2025) malam.
Ketika beberapa awak Media menggali informasi tambahan lepada warga sekitar pekerjaan, prihal sumber anggaran maupun penempatan papan proyek, kompak warga sekitar menjawabnya tidak mengetahui.
Salah satu warga mengutarakan kekhawatiran terkait kualitas pekerjaan tersebut pasalnya menurut warga yang punya pengalaman di Bidang betonisasi mengatakan bahwa, jalan beton terrlihat ngasal dan terkesan terburu buru dalam pekerjaanya
“Jalannya terlihat tidak rapi dan sepertinya tidak sesuai standar,”Ucap salah satu warga
Proyek proyek yang tidak memasang papan Informasi Jelas Melanggar, Undang Undang No 14 tahun 2008, tentang keterbukaan publik. Dimana Undang Undang no 14 menjelaskan, wajib pada setiap pelaksanaan pekerjaan Fasum terkait kegunaan khalayak banyak untuk menjelaskan asal muasal Anggaranya.
Semnentara disisi lain beberapa awak media juga menanyakan kepada sopir readymix yang dilokasi pekerjaan, sopir mengatakan bahwa dalam pekerjaan tersebut tidak memakai surat jalan.
“Saya tidak tahu Pak, ga ada surat jalan.” Ujar Supir
Seolah olah ikut menutupi prihal tersebut. Seringnya Ketiadaan papan informasi proyek meninggalkan berbagai prasangka dan dugaan hingga masyarakat bingung memantau juga untuk mengawasi proses pembangunan jalan di Desanya.
Para awak Media yang ikut mengontrol jalanya pembangunan Indramayu meminta pihak terkait segera memberikan klarifikasi mengenai maraknya proyek proyek siluman tanpa plang informnasi serta sumber dananya, agar setiap warga yang menggunakan Fasum tersebut merasa di hargai sebab mengetahui sumber dana yang di gunakan untuk insfrastruktur tersebut.
(Dede Waluyo)
