Kordum KOMPI Hata
Suburjagat.co.id | Indramayu – Aduan Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu (KOMPI) terkait kelangkaan bahan Bakar Minyak (BBM) Subsidi jenis Solar dan Pertalite mendapat respons cepat dari Pertamina. Setelah dilakukan Audiensi dan pemantauan di lapangan, pasokan BBM Subsidi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Indramayu dilaporkan mulai terpenuhi.
Kelangkaan BBM sebelumnya dikeluhkan para nelayan dan pelaku budi daya tambak ikan, karena solar menjadi kebutuhan penting untuk menunjang aktivitas mereka. Kondisi tersebut mendorong KOMPI untuk menyampaikan aspirasi masyarakat agar distribusi BBM di wilayah Indramayu dapat terpenuhi dan berjalan lancar.
Setelah sebelumnya, KOMPI merasakan sendiri atas kelangkaan tersebut, dimana pada tanggal 21 September 2026, KOMPI melakukan aksi ke DPR RI di Jakarta bersama dengan tekan seperjuangan se Indonesia, dalam rangka memperingati Hari Keadilan Ekologi. Dalam perjalanan tersebut, rombongan mengalami kesulitan mendapatkan pertalite. Mereka baru memperoleh BBM setelah mencari dari SPBU wilayah Panyindangan hingga baru mendapat BBM di SPBU Patimban, Kabupaten Subang.
Pengalaman serupa kembali terjadi pada tanggal 24 September 2026 ketika KOMPI berangkat ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI di Jakarta bersama masyarakat menggunakan tujuh bus. Dalam perjalanan itu, solar kembali sulit ditemukan di wilayah Indramayu dan baru diperoleh di SPBU kawasan Patimban, Subang, itupun antri sampai 2 jam.
Hampir dua minggu setelah itu, ada banyak keluhan dari masyarakat nelayan dan pembudidaya serta para supir, terkait kesulitan mendapatkan BBM di Indramayu.
Atas kondisi tersebut, KOMPI merasa perlu untuk menyampaikan aspirasi meneruskan keluhan masyarakat terkait hal tersebut dengan akan melakukan aksi. Oleh karenanya KOMPI melayangkan surat pemberitahuan aksi kepada Polres Indramayu. Organisasi ini mempertanyakan sulitnya memperoleh BBM di daerah yang menjadi lokasi perusahaan pengolahan BBM milik Pertamina.
Aduan itu kemudian ditindaklanjuti melalui audiensi bersama pihak Pertamina sebelum aksi dilakukan. Dalam pertemuan tersebut pihak Pertamina, menyanggupi akan berusaha memprioritaskan Indramayu dalam hal stok BBM Subsidi di wilayah Indramayu. Setelah pertemuan tersebut, KOMPI bersama jajaran Polres Indramayu melakukan monitoring dan inspeksi mendadak (SIDAK) untuk memantau ketersediaan BBM di sejumlah SPBU.
Pemantauan pun dilakukan selama empat hari sampai sekarang (17/10/2026) berturut-turut guna memastikan ketersediaan BBM bagi masyarakat.
Alhamdulillah pihak Pertamina sudah menambah kuota untuk distribusikan sehingga stok BBM pertalite dan solar cukup untuk kebutuhan masyarakat Indramayu.
Sekretaris KOMPI, H. Fahmi Labib, menyampaikan apresiasi atas respons cepat Pertamina terhadap keluhan masyarakat.
“KOMPI berterima kasih karena pihak Pertamina sudah merespons cepat aduan masyarakat, sehingga BBM, sesuai dengan pantauan kami, di SPBU yang ada di Indramayu tercukupi,” ungkap H. Labib. “Kita juga akan terus melakukan pemantauan dan monitoring sampai semuanya berjalan normal” Tambah Hatta, Kordum KOMPI.
Kondisi tersebut juga dibenarkan Riyanto, salah satu pengurus SPBU di wilayah Singaraja. Ia menjelaskan bahwa stok BBM di tempatnya bertugas belakangan ini telah terpenuhi dan tidak mengalami kekurangan.
“Pada akhir-akhir ini, stok kami di SPBU Singaraja terpenuhi dan tidak mengalami kekurangan,” jelas Riyanto.
KOMPI berharap ketersediaan solar dan pertalite di seluruh wilayah Indramayu dapat terus terjaga. Dengan distribusi yang lancar, nelayan, pembudi daya tambak, para supir serta masyarakat umum diharapkan dapat menjalankan aktivitas ekonomi tanpa terkendala kesulitan memperoleh BBM.
KOMPI juga menegaskan pentingnya pengawasan berkelanjutan agar pasokan benar-benar dirasakan masyarakat dan kelangkaan serupa tidak kembali terjadi.
(Karmono)
