Suburjagat.co.id | Indramayu – Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan mulai dirasakan manfaatnya oleh warga sekolah. Salah satunya adalah SDN 2 Cantigi Wetan, Kecamatan Cantigi, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, yang memperoleh program revitalisasi melalui anggaran APBN Tahun Anggaran 2026.
Program tersebut bertujuan mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan layak bagi peserta didik. Revitalisasi tidak hanya berfokus pada pembenahan fisik bangunan sekolah, tetapi juga diharapkan mampu menunjang kelancaran kegiatan belajar mengajar serta meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan.
Pelaksanaan program revitalisasi satuan pendidikan ini mengacu pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2025 tentang Percepatan Pelaksanaan Program Pembangunan dan Revitalisasi Satuan Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.
SDN 2 Cantigi Wetan mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp1.013.262.796 atau satu miliar tiga belas juta dua ratus enam puluh dua ribu tujuh ratus sembilan puluh enam rupiah. Program tersebut dilaksanakan melalui P2SP dengan sumber pendanaan APBN Tahun Anggaran 2026.
Revitalisasi ini diharapkan memberikan dampak positif terhadap kondisi sarana dan prasarana sekolah, sehingga para siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan lebih nyaman dan fokus. Perbaikan ruang belajar juga menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan kemampuan akademik maupun karakter peserta didik.
Salah seorang siswi mengungkapkan rasa senangnya atas perubahan kondisi sekolah setelah mendapatkan program revitalisasi.
“Kami senang sekolah sudah diperbaiki. Kelasnya tidak bocor lagi kalau hujan, sehingga belajar menjadi lebih nyaman,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut menggambarkan pentingnya ketersediaan fasilitas pendidikan yang layak bagi siswa. Ruang kelas yang aman dan nyaman menjadi salah satu faktor pendukung agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan baik.
Kepala SDN 2 Cantigi Wetan, Sujana, S.Pd.I., mengatakan bahwa program revitalisasi membawa perubahan terhadap kenyamanan dan keamanan lingkungan sekolah. Menurutnya, perbaikan fasilitas pendidikan diharapkan mampu mendukung kegiatan pembelajaran bagi seluruh peserta didik.
“Alhamdulillah, sekarang ruang kelas menjadi lebih nyaman dan aman untuk mendukung proses belajar. Kami berharap fasilitas yang telah diperbaiki dapat dimanfaatkan dan dijaga bersama agar kegiatan pembelajaran berlangsung optimal,” ujar Sujana.
Ia menjelaskan, SDN 2 Cantigi Wetan saat ini memiliki sebanyak 137 siswa dan siswi. Dengan adanya perbaikan sarana dan prasarana, pihak sekolah berharap seluruh peserta didik dapat memperoleh lingkungan belajar yang lebih layak dan mendukung kebutuhan mereka.
Dampak revitalisasi juga dirasakan oleh orang tua siswa. Lingkungan sekolah yang lebih tertata dan fasilitas yang memadai diharapkan dapat meningkatkan semangat anak-anak dalam mengikuti pembelajaran setiap hari. Dukungan terhadap kenyamanan belajar tersebut menjadi bagian penting dalam upaya bersama meningkatkan mutu pendidikan.
Selain memberikan manfaat bagi lingkungan sekolah, pelaksanaan pembangunan juga berpotensi membuka kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar. Keterlibatan tenaga kerja lokal dalam kegiatan pembangunan dapat memberikan tambahan penghasilan bagi warga, sepanjang pelaksanaannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Salah seorang pekerja menyampaikan bahwa kegiatan pembangunan tersebut memberikan kesempatan untuk memperoleh penghasilan tambahan.
“Dengan adanya pembangunan ini, kami mendapat tambahan penghasilan,” katanya.
Meski demikian, pelaksanaan program revitalisasi perlu disertai dengan pengawasan dan pengelolaan yang baik agar hasil pembangunan sesuai dengan perencanaan, spesifikasi teknis, serta ketentuan penggunaan anggaran negara. Transparansi dan akuntabilitas juga menjadi aspek penting untuk memastikan bahwa anggaran yang dialokasikan benar-benar digunakan sesuai peruntukannya.
Dengan alokasi anggaran lebih dari Rp1 miliar tersebut, revitalisasi SDN 2 Cantigi Wetan diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas fasilitas pendidikan sekaligus menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif bagi 137 siswa.
Keberhasilan program tidak hanya diukur dari perubahan fisik bangunan, tetapi juga dari keberlanjutan pemanfaatan fasilitas, pemeliharaan sarana sekolah, serta dampaknya terhadap kegiatan belajar mengajar. Karena itu, peran pemerintah, pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat diperlukan untuk menjaga hasil pembangunan agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Program revitalisasi satuan pendidikan menjadi salah satu langkah untuk mendukung pemerataan fasilitas pendidikan yang layak. Melalui pelaksanaan yang sesuai aturan, pengawasan yang memadai, dan pemanfaatan sarana secara bertanggung jawab, SDN 2 Cantigi Wetan diharapkan semakin mampu memberikan pelayanan pendidikan yang aman, nyaman, dan berkualitas bagi para siswanya.
(Karmono)
