Suburjagat.co.id | Indramayu – Dugaan pengkondisian proyek APBD Indramayu tahun anggaran 2025-2026 oleh oknum sipil inisial HH masih menjadi sorotan. Ia disebut-sebut bagaikan “avatar” karena mampu mengendalikan paket infrastruktur tersebut, pada Minggu (05/06/2026).
Kabar tak sedap ini mulai mencuat setelah narasumber yang minta diprivasi namanya, beberapa waktu lalu mengungkapkan alur pembagian paket infrastuktur APBD Kabupaten Indramayu diduga diatur oleh oknum HH. Bahkan, kata dia, praktik kotor itu dimulai sejak kepemimpinan Bupati Lucky Hakim, yakni ditahun 2025.
“Sejak pergantian Bupati di tahun 2025 itu, HH yang mengendalikan proyek, jika ingin mendapatkan paket infrastruktur APBD Indramayu harus ada persetujuan dulu dari dia,” Ucap narasumber tanpa ada keragu-raguan.
Tak hanya itu, dugaan praktik “ijon proyek” juga ada dalam pusaran pengkondisian tersebut. Tanpa pemberian uang fee di muka, lanjut sumber, para penyedia tidak akan mendapatkan paket APBD seperti yang dimaksudkan.
“Kalau tanpa setor fee dulu tidak akan diberi paket kegiatannya, karena seperti itu komitmennya,”Terangnya.
Dugaan tersebut semakin terang dengan sikap Bupati Indramayu Lucky Hakim yang memilih mogok bicara saat dikonfirmasi awak media Suburjagat.co.id lewat pesan whatsapp terkait informasi miring di kepemerintahannya tersebut.
Desakan publik kepada Aparat Penegak Hukum (APH) agar mengungkap kasus ini ke permukaan. Langkah awal yang disarankan adalah untuk memeriksa dan membedah dokumen penyedia secara komprehensif pada sistem lelang paket APBD tahun 2025-2026 di Bagian Barang dan Jasa (Barjas) Sekretariat Daerah Kabupaten Indramayu.
Korelasinya dengan dugaan pengkondisian proyek tersebut, yakni disinyalir adanya sejumlah perusahaan penyedia yang tidak memenuhi standar kelengkapan dokumen administrasi maupun teknis namun tetap memenangkan paket pekerjaan dari APBD tersebut.
Selain itu, disinyalir sejumlah perusahaan penyedia maupun kontraktor mendominasi paket-paket APBD tersebut. Jika tanpa adanya faktor dugaan pengkondisian proyek, kemungkinan kecil perusahaan yang tidak memenuhi syarat administrasi bisa ditetapkan sebagai pemenang dan bahkan memperoleh paket dalam jumlah banyak.
Seorang warga Indramayu yang tidak ingin disebut namanya, kepada Suburjagat.co.id menyampaikan kesiapannya membantu APH untuk memberikan data-data sebagai referensi terkait dugaan ketidaksesuaian administrasi perusahaan penyedia yang memenangkan sejumlah proyek APBD Indramayu tahun 2025-2026.
“Jika APH akan memeriksa bagian Barjas terkait masalah itu, saya siap membantu memberikan data-data untuk dijadikan referensi, saya yakin dugaan tersebut bisa diungkap ke permukaan,”Tegasnya.
Berdasarkan data yang terakses media ini, untuk tahun 2025, realisasi RUP (peyedia), Pemerintah Kabupaten Indramayu menggelontorkan APBD untuk pekerjaan konstruksi Rp 403.696.688.091, pengadaan barang Rp 211.369.147.570, jasa lainnya Rp 25.101.300.562, dan jasa konsultasi Rp 27.352.807.420.
Untuk nominal dana berdasarkan metode pemilihannya, yaitu tender Rp 150.126.405.994, seleksi Rp 665.809.080, E-purchasing Rp 206.921.183.669, pengadaan langsung Rp 309.662.544.900, penunjukan langsung Rp 144.000.000, lainnya Rp 90.000.000.
Sedangkan untuk ditahun 2026, realisasi RUP (penyedia) APBD Indramayu untuk pekerjaan konstruksi Rp 198.801.176.361, pengadaan barang Rp 58.810.061.522, jasa konsultasi Rp 8.437.263.284, dan jasa lainnya Rp 84.119.708.079.
Untuk nominal dana berdasarkan metode pemilihannya ditahun 2026 ini, yaitu tender Rp 163.667.201.719, seleksi Rp 1.138.593.217, E-purchasing Rp 132.704.685.782, pengadaan langsung Rp 52.657.728.528.
Diberitakan Suburjagat.co.id sebelumnya, edisi Jum’at (05/06/2026) dengan judul “Oknum Sipil HH Bagai Avatar, Diduga Sang Pengendali Proyek APBD Indramayu Sejak Kepemimpinan Lucky Hakim.”
“Avatar” (The Legend Of Aang), dalam serial animasi ditahun 2005 menceritakan tentang sosok manusia tepilih yang bertugas menguasai keempat elemen (udara, air, tanah, dan api) untuk menjaga keseimbangan perdamaian dunia.
Dalam cerita perjalanannya di film, Avatar merupakan manusia satu-satunya yang mampu mengendalikan keempat elemen tersebut. Meski hanya sekadar fiksi ilmiah, sinema ini banyak diminati sejumlah kalangan, dari mulai anak-anak, remaja, hingga orang dewasa.
Namun, lain hal nya dengan “Avatar” asal Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Dalam cerita yang beredar, ia tidak disebut manguasai keempat elemen (udara, air, tanah, dan api) seperti sosok “Avatar” dalam film animasi. Melainkan, ia memiliki kemampuan mengendalikan proyek APBD Indramayu sejak tahun 2025.
Sosok asal Indramayu yang bagai “Avatar” itu disebutkan berinisial HH. Ia merupakan warga sipil namun mampu mengendalikan paket infrastruktur APBD Indramayu dari tahun 2025 hingga saat ini. Konon, ia yang mengatur dan menentukan kepada siapa saja proyek-proyek tersebut dibagikan.
Kabar ini sebagaimana diungkapkan oleh seorang narasumber yang minta di privasi identitasnya kepada Suburjagat.co.id, pada Rabu (03/06/2026).
Diceritakan sumber bahwa, proyek APBD Indramayu sejak kepemimpinan Bupati Lucky Hakim dan Syaefudin dikendalikan oleh oknum sipil berinisial HH. Bagi para kontraktor yang ingin memperoleh paket infrastruktur tersebut, kata dia, yakni harus mendapatkan persetujuan dari HH, karena ia merupakan pintu gerbang utama terkait pembagian proyek.
Hingga berita ini diterbitkan kembali, Lucky Hakim selaku Bupati Indramayu belum memberikan keterangan resminya kepada publik terkait dugaan miring yang mengalir sangat deras tersebut.
(Roni/Tim)
