{"id":7694,"date":"2025-01-20T04:38:59","date_gmt":"2025-01-20T04:38:59","guid":{"rendered":"https:\/\/suburjagat.co.id\/?p=7694"},"modified":"2025-01-20T04:39:23","modified_gmt":"2025-01-20T04:39:23","slug":"workshop-emas-bersama-pt-gsm-mengembangkan-ke-pulau-jawa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/suburjagat.co.id\/?p=7694","title":{"rendered":"Workshop Emas Bersama PT GSM Mengembangkan ke Pulau Jawa"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Suburjagat.co.id || Indramayu<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">PT.Golden Smart Mandiri(GSM) adalah perusahaan berbasis jaringan yang berasal dari daerah Jambi yang bermitra atau bersinergi dengan PT Antam, Sukses menggelar workshop bertajuk \u201cEdukasi Membangun Aset Strategis (EMAS)\u201d yang diselenggarakan di Aula Hotel Trisula Jl. Di Panjaitan No.77, Karanganyar, Kec. Indramayu, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat 45213,Minggu (19\/01\/2025 )<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Workshop ini menghadirkan dua pembicara utama, yaitu CEO PT. Golden Smart Mandiri, Ibnu Hajar, dan Direktur Marketing, Hendra Firmansyah, yang membagikan pengalaman dan wawasan mereka kepada para peserta yang berasal dari berbagai kalangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-7695\" src=\"https:\/\/suburjagat.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG-20250120-WA0014-300x135.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"135\" srcset=\"https:\/\/suburjagat.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG-20250120-WA0014-300x135.jpg 300w, https:\/\/suburjagat.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG-20250120-WA0014-1024x461.jpg 1024w, https:\/\/suburjagat.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG-20250120-WA0014-768x346.jpg 768w, https:\/\/suburjagat.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG-20250120-WA0014.jpg 1280w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam sambutannya, Ibnu Hajar mengisahkan perjalanan bisnisnya sejak 2017, ketika ia memulai bisnis emas secara konvensional. Kini, ia mengembangkan sistem reseller yang memberdayakan masyarakat untuk menjadikan emas sebagai alat investasi sekaligus sumber penghasilan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cEmas adalah bagian dari sejarah besar Indonesia. Dengan program reseller kami, setiap orang dapat memiliki emas dan berkontribusi pada kemakmuran bangsa,\u201d ungkap Ibnu Hajar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi masyarakat dan negara melalui produk emas berlogo Antam, yang tidak hanya meningkatkan pendapatan negara tetapi juga membuka peluang bisnis bagi masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hendra Firmansyah, dalam pemaparannya, menyoroti tren kenaikan harga emas yang signifikan dalam lima tahun terakhir, dari Rp 600.000 per gram pada 2020 menjadi hampir Rp1.700.000 per gram pada awal 2025.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menjelaskan bahwa emas adalah aset yang stabil, likuid, dan dapat dimanfaatkan sebagai investasi jangka panjang maupun jangka pendek didalam jual beli bisnis emas diperdagangan dalam negeri maupun di luar negeri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cDengan konsep harga rilis dan buyback, masyarakat bisa memaksimalkan keuntungan dari emas, baik dalam investasi jangka panjang maupun perdagangan harian,\u201d jelas Hendra.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan inovasi seperti Kilau 24, PT. Golden Smart Mandiri terus memperluas jangkauan bisnis emas di Indonesia, membuka peluang bagi semua kalangan untuk meraih keuntungan dan membangun masa depan finansial yang cerah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cEmas adalah langkah strategis untuk membangun ekonomi yang mandiri, baik bagi individu maupun bangsa,\u201d pungkas Ibnu Hajar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(Thoha)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Suburjagat.co.id || Indramayu PT.Golden Smart Mandiri(GSM) adalah perusahaan berbasis jaringan yang berasal dari daerah Jambi yang bermitra atau<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7696,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","footnotes":""},"categories":[134],"tags":[],"class_list":["post-7694","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-daerah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/suburjagat.co.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7694","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/suburjagat.co.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/suburjagat.co.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suburjagat.co.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suburjagat.co.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7694"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/suburjagat.co.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7694\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7698,"href":"https:\/\/suburjagat.co.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7694\/revisions\/7698"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suburjagat.co.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/7696"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/suburjagat.co.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7694"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/suburjagat.co.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7694"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/suburjagat.co.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7694"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}