{"id":6464,"date":"2024-10-01T14:38:04","date_gmt":"2024-10-01T14:38:04","guid":{"rendered":"https:\/\/suburjagat.co.id\/?p=6464"},"modified":"2024-10-01T14:38:04","modified_gmt":"2024-10-01T14:38:04","slug":"santri-milenial-inbar-dukung-nina-agustina-tobroni-lanjutkan-indramayu-bermartabat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/suburjagat.co.id\/?p=6464","title":{"rendered":"SANTRI MILENIAL Inbar Dukung Nina Agustina-Tobroni Lanjutkan Indramayu Bermartabat"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Suburjagat.co.id | Indramayu,<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Santri Milenial di wilayah barat Kabupaten Indramayu (Inbar) mendeklarasikan dukungan untuk calon bupati-wakil bupati Indramayu Nina Agustina-Tobroni.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Deklarasi pemenangan ini bertempat di pondok pesantren Yayasan Hidayaturrahman, Desa Sukra, Kecamatan Sukra, Kamis (26\/9\/2024).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain para santri dan santriwati, acara yang dibalut dengan doa bersama itu juga dihadiri para kiai, ustadz, guru madrasah hingga ibu-ibu majlis taklim.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKami sepakat untuk mendukung dan memenangkan Ibu Nina Agustina dan Tobroni menjadi Bupati serta Wakil Bupati lanjutkan Indramayu Bermartabat,\u201d kata Kordinator Santri Milenial Kabupaten Indramayu, Novandi Bayu Permana.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dia mengklaim, sebelumnya deklarasi serupa juga dilakukan oleh Santri Milenial di wilayah timur Bumi Wiralodra.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cEnam puluh sampai tujuh puluh persen santri di Indramayu mendukung pasangan Nina Agustina-Tobroni pada Pilkada 2024 ini,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Novandi Bayu Permana menyatakan, dukungan Santri Milenial ini bukan tanpa alasan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Calon Bupati petahana Nina Agustina dinilai berhasil membawa perubahan signifikan bagi Kabupaten Indramayu meskipun hanya 3,5 tahun menjabat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cIbu Nina terbukti memiliki kepedulian tinggi terhadap para santri dan pondok pesantren,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, pasangan nasionalis-religius nomor urut 3 ini juga diniai memenuhi setidaknya 3 kriteria sebagai pemimpin umat dan masyarakat Bumi Wiralodra.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cYakni taat beribadah, berpengalaman dan merakyat,\u201d sebut dia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, cabup Nina Agustina memberikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh Santri Milenial.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Diapun berkomitmen untuk terus meningkatkan program-program prioritas di periode kepimpinan berikutnya. Salah satunya di bidang keagamaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seperti bantuan bagi pondok pesantren, honor marbot masjid sampai insentif bagi para guru guru Madrasah Diniyah Takmiliah (MDT).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKita dengan pondok pesantren rutin memberikan anggaran bergantian sebesar Rp10 juta rupiah. Kemudian kita juga beri insentif kepada MDT yang pada tahun anggaran 2024 ini nilainya mencapai Rp13 miliar. Ini terbesar se Indonesia loh,\u201d terangnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tak hanya itu, Nina Agustina juga memberikan peluang bagi para santri untuk mendapatkan pekerjaan ditanah kelahirannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hal ini seiring lagi dibangunnya Kawasan Industri yang berokasi di Desa Muntur, Kecamatan Losarang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKawasan Industri Losarang ini bakal menyerap sekitar 100 ribu tenaga kerja. Ini peluang bagi masyarakat Indramayu juga bagi para santri milenial,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>(RED\/Tono)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; Suburjagat.co.id | Indramayu, Santri Milenial di wilayah barat Kabupaten Indramayu (Inbar) mendeklarasikan dukungan untuk calon bupati-wakil bupati<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6466,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","footnotes":""},"categories":[132],"tags":[],"class_list":["post-6464","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-advertorial-online"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/suburjagat.co.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6464","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/suburjagat.co.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/suburjagat.co.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suburjagat.co.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suburjagat.co.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6464"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/suburjagat.co.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6464\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6467,"href":"https:\/\/suburjagat.co.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6464\/revisions\/6467"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suburjagat.co.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/6466"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/suburjagat.co.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6464"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/suburjagat.co.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6464"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/suburjagat.co.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6464"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}