Suburjagat.co.id | Indramayu – Upaya meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan peserta didik dalam menghadapi potensi bencana terus dilakukan melalui edukasi sejak usia dini. Salah satunya melalui kegiatan Sosialisasi Mitigasi Bencana dan Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana yang dilaksanakan bagi peserta didik UPTD 5 Margadadi, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu.

Kegiatan tersebut berlangsung di halaman sekolah pada Senin, 28 September 2026, mulai pukul 08.00 WIB. Sosialisasi menjadi bagian dari program sekolah untuk memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai berbagai jenis bencana sekaligus langkah yang perlu dilakukan apabila bencana terjadi di lingkungan sekolah maupun tempat tinggal.
Kepala Sekolah SD Margadadi, Ida Farida, mengatakan bahwa edukasi kebencanaan penting diberikan kepada peserta didik sejak dini. Menurutnya, pemahaman yang baik diharapkan dapat membuat siswa lebih siap, tidak mudah panik, serta mampu mengambil tindakan yang tepat ketika menghadapi situasi darurat.
“Program sekolah ini bertujuan memberikan edukasi mitigasi bencana. Diharapkan melalui kegiatan ini siswa memahami dan mengerti apa yang harus mereka lakukan ketika menghadapi bencana. Mereka juga dapat mengetahui jenis-jenis bencana serta cara penanganannya,” ungkap Ida Farida.
Ia menambahkan, pengetahuan mengenai mitigasi bencana tidak hanya menjadi bekal bagi siswa untuk menjaga keselamatan diri, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pemahaman tersebut, peserta didik diharapkan mampu mengenali potensi bahaya dan mengetahui langkah penyelamatan yang tepat.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua PPWI Kabupaten Indramayu, Warjani, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan program sosialisasi tersebut. Ia menilai pendidikan kebencanaan yang diberikan sejak dini merupakan langkah penting untuk membangun kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat, khususnya generasi muda.
“Saya sangat mengapresiasi gagasan dan pelaksanaan program tersebut. Sangat penting memberikan pendidikan atau sosialisasi sejak dini terkait masalah kebencanaan agar anak-anak tidak panik dan dapat menentukan langkah penyelamatan sehingga tidak terjadi kerugian yang lebih besar,” tutur Warjani.
Melalui kegiatan ini, para peserta didik diharapkan tidak hanya memahami berbagai potensi bencana, tetapi juga mengetahui tindakan sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi. Edukasi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun budaya sadar bencana di lingkungan sekolah.
Kegiatan sosialisasi mitigasi bencana di UPTD 5 Margadadi diharapkan dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan. Dengan pengetahuan, latihan, dan kesiapsiagaan yang diberikan sejak dini, lingkungan sekolah diharapkan semakin mampu menciptakan peserta didik yang tanggap, disiplin, dan sigap dalam menghadapi berbagai kemungkinan bencana.
(Red)
