Suburjagat.co.id — Wakil Ketua DPRD Kabupaten Indramayu, Kiki Zakiyah, S.E., memimpin sekaligus membuka kegiatan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, terkait strategi menghadapi musim kekeringan, khususnya di sektor pertanian dan upaya menjaga ketahanan pangan. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari langkah DPRD Indramayu untuk menggali informasi, pengalaman, serta strategi pengelolaan pertanian yang dapat menjadi bahan pembelajaran dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan.

Dalam pertemuan tersebut, Kiki Zakiyah menyampaikan bahwa koordinasi dilakukan untuk mengetahui berbagai kebijakan dan langkah yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Bantul dalam menghadapi potensi kekeringan yang dapat berdampak terhadap sektor pertanian. Menurutnya, ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas lahan pertanian, terutama dalam mendukung program swasembada pangan.
“Kami ingin memperoleh informasi mengenai bagaimana Kabupaten Bantul mengelola sektor pertanian, khususnya dalam menghadapi musim kekeringan. Pengalaman dan strategi yang diterapkan di Bantul dapat menjadi bahan masukan bagi Kabupaten Indramayu dalam memperkuat ketahanan pangan,” ujar Kiki Zakiyah.
Pertemuan tersebut diterima oleh Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul, Joko Waluyo, S.Pt., M.Si. Ia menjelaskan bahwa Kabupaten Bantul memiliki potensi pertanian yang cukup besar. Wilayah pertanian tersebar di sejumlah kapanewon atau kecamatan serta kalurahan. Bagian tengah Kabupaten Bantul menjadi salah satu pusat utama pertanian karena memiliki karakteristik lahan yang relatif subur dan mendukung kegiatan budi daya tanaman pangan.
Namun demikian, sektor pertanian Bantul juga menghadapi sejumlah tantangan, salah satunya alih fungsi lahan. Penyusutan lahan produktif menjadi perhatian pemerintah daerah karena dapat memengaruhi keberlangsungan produksi pangan dalam jangka panjang. Karena itu, pemerintah terus berupaya mempertahankan lahan pertanian sekaligus meningkatkan produktivitas melalui berbagai program.
Bantul berupaya mewujudkan swasembada pangan dengan meningkatkan indeks pertanaman, menjaga ketersediaan air dan pupuk, serta mendorong surplus produksi padi dan jagung. Pemerintah daerah juga menggencarkan gerakan tanam serentak dengan mengoptimalkan ribuan hektare lahan pertanian untuk meningkatkan hasil produksi.
Selain peningkatan produksi, pembenahan infrastruktur pertanian menjadi perhatian. Perbaikan saluran irigasi dilakukan secara gotong royong agar distribusi air dapat berjalan optimal. Pemerintah juga berupaya memastikan ketersediaan pupuk bagi petani sehingga kegiatan budi daya tidak terganggu.
Di bidang inovasi dan edukasi, penguatan ketahanan pangan turut melibatkan sektor pendidikan. Edukasi pangan berbasis sekolah dilakukan untuk menanamkan pemahaman mengenai pentingnya konsumsi pangan yang bergizi, beragam, seimbang, dan aman. Upaya tersebut diperkuat melalui kampanye konsumsi pangan B2SA sebagai bagian dari pembangunan ketahanan pangan masyarakat.
Sinergi lintas sektor juga menjadi salah satu kunci. Pemerintah Kabupaten Bantul bekerja sama dengan Kementerian Pertanian, Perum Bulog, serta jajaran kepolisian dalam menjaga produksi dan mengamankan rantai pasok pangan dari tingkat petani hingga masyarakat.
Berdasarkan data pemerintah daerah, luas wilayah pertanian Kabupaten Bantul tercatat sekitar 16.046 hektare. Sementara itu, wilayah daratan datar dan landai di bagian tengah yang menjadi salah satu kawasan pertanian subur memiliki luas sekitar 210,94 kilometer persegi atau sekitar 41,62 persen dari total luas wilayah Kabupaten Bantul.
Dalam kesempatan tersebut, Dalam, S.H., K.N., turut menanyakan bagaimana Pemerintah Kabupaten Bantul mengelola wilayah, khususnya berkaitan dengan luas dan keberadaan ruang terbuka hijau (RTH). Pertanyaan tersebut mendapat penjelasan dari pihak pemerintah daerah.
Luas RTH di Kabupaten Bantul tercatat mencapai sekitar 2.022,71 hektare berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul. Pemerintah daerah terus berupaya memperluas dan merevitalisasi RTH untuk memenuhi target sesuai ketentuan penataan ruang.
RTH memiliki fungsi penting sebagai ruang terbuka publik sekaligus mendukung kualitas lingkungan. Keberadaannya berperan dalam membantu menyerap karbon dioksida, memperbaiki kualitas udara, menjaga keseimbangan ekosistem, serta meningkatkan kemampuan kawasan dalam menyerap air hujan sehingga dapat membantu mengurangi risiko banjir.
Sejumlah RTH yang telah dikembangkan di Bantul antara lain Taman Paseban, RTH Klodran, Taman Adipura, RTH Kawasan Bejen, dan RTH Imogiri.
Koordinasi tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antardaerah dalam menghadapi tantangan perubahan kondisi iklim, kekeringan, alih fungsi lahan, serta kebutuhan peningkatan produksi pangan. Hasil pertemuan juga menjadi bahan bagi DPRD Indramayu untuk memperkaya pembahasan mengenai strategi pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan di Kabupaten Indramayu.
Melalui pertukaran informasi dan pengalaman tersebut, pemerintah daerah diharapkan mampu menyusun langkah yang lebih efektif dalam menjaga lahan pertanian, memastikan ketersediaan air, meningkatkan produktivitas petani, serta mempertahankan ketahanan pangan di tengah berbagai tantangan pembangunan.
(Advertorial Media)
