Suburjagat.co.id | Indramayu – Sorotan publik terhadap PT Alevia Jaya Sejahtera (PT AJS) atas dugaan manuver identitas bermotif memperoleh banyak paket APBD Indramayu tahun 2026 secara sekaligus, semakin tajam dan serius. Jengah adanya hal demikian, seorang aktivis setempat menegaskan akan mengungkap persoalan tersebut, pada Senin (08/06/2026).
Seorang aktivis yang minta disebut “Mr.X”, berkomitmen akan mengungkap dugaan miring tersebut. Hal itu, kata dia, sebagai bentuk ketegasannya terhadap kepatuhan pihak-pihak terlibat guna terwujudnya sistem lelang yang kompetitif, transparan, dan akuntabel.
“Persoalan ini akan saya diungkap, diduga ada yang tidak beres sehingga perusahaan tersebut bisa memperoleh banyak proyek APBD secara sekaligus,”Ucap Mr.X dengan lantang dan tegas.
Diberitakan sebelumnya, perusahaan penyedia jasa dan konstruksi PT Alevia Jaya Sejahtera (AJS) belakangan ini menjadi sorotan. Ia diduga melakukan manuver identitas ke publik dengan motif untuk mengakali perolehan paket APBD Kabupaten Indramayu tahun 2026 dalam jumlah banyak, pada Sabtu (06/06/2026).
Dalam praktiknya, PT Alevia Jaya Sejahtera ini hanya menggunakan nama “Alevia” di sistem SPSE Inaproc. Dugaan manuver identitas tersebut seperti pada pekerjaan konstruksi belanja rehab dan penambahan bangunan pos jaga di DPRD Indramayu. Paket bernilai Rp.108.781.205 tersebut menggunakan metode pengadaan langsung.
Tak hanya itu, kejadian serupa juga diduga dilakukan pada paket pekerjaan konstrusi belanja rehab masjid dan toilet masjid di DPRD Indramayu. Kegiatan yang bernilai Rp.242.338.082 tersebut menggunakan metode pengadaan langsung.
Hasil penelusuran Suburjagat.co.id di situs LPJK, nama “Alevia” terpantau sama sekali tidak terdeteksi oleh sistem. Satu-satunya perusahaan yang muncul dalam pencarian dengan menggunakan kode tersebut, yakni PT Alevia Jaya Sejahtera
Dugaan ini diperkuat dengan beredarnya papan informasi proyek belanja rehab dan penambahan bangunan pos jaga di DPRD Indramayu senilai Rp.108.781.205, dimana nama penyedia jasa yang tertera yaitu PT Alevia Jaya Sejahtera. Sedangkan jika melihat data pengadaan di SPSE Inaproc, nama pemenang paket tersebut adalah Alevia.
Usut punya usut, PT Alevia Jaya Sejahtera telah mengantongi sebanyak enam paket pengadaan lainnya dari APBD Indramayu tahun 2026 yang didominasi dari satuan kerja sekretariat DPRD. Sedangkan untuk sisanya, terpantau dari Dinas Perhubungan setempat.
Keenam paket tersebut diantaranya, yaitu belanja jasa petugas resepsionis Rp 334.800.000 (DPRD), belanja barang untuk dijual/diserahkan kepada masyarakat Rp 49.084.200 (Dinas Perhubungan), belanja jasa cleaning service Rp 648.000.000 (DPRD), belanja jasa pramusaji fraksi Rp 216.000.000 (DPRD), belanja jasa tenaga media parlemen Rp 180.000.000 (DPRD), dan paket belanja jasa tenaga pengamanan kantor/sekuriti Rp 446.400.000 (DPRD).
Data yang dihimpun Suburjagat.co.id, PT Alevia Jaya Sejahtera beralamat di Jalan Samsu Cluster Alamanda Graha Sudirman Blok B5 Nomor 02 Indramayu. Perusahaan ini berdiri pada tanggal 07-10-2026. Dalam struktural pengurusnya, Yusi Ismayati sebagai Direktur, sedangkan Komisarisnya yaitu Sugiyanto.
Perusahaan tersebut memiliki sebanyak sebanyak enam subklasifikasi Sertifikat Badan Usaha (SBU) yang disetujui oleh pihak penerbit. Diantaranya yaitu BG001 konstruksi gedung hunian, BG002 konstruksi gedung perkantoran, BG009 konstruksi gedung lainnya, BS004 konstruksi jaringan irigasi dan drainase, BS010 konstruksi bangunan prasarana sumber daya air.
Dari seluruh subklasifikasi SBU yang dikantongi oleh PT Alevia Jaya Sejahtera tersebut ditetapkan pada tanggal 12-02-2026.
Sementara, Kepala Bagian Barang dan Jasa (Barjas) Setda Indramayu, Andi Setiawan, belum bisa dimintai penjelasan oleh Suburjagat.co.id. Saat ditemui pada Senin (08/06/2026) ia sedang tidak berada di kantornya.
Hingga berita ini diterbitkan, PT Alevia Jaya Sejahtera tidak merespon konfirmasi awak media Suburjagat.co.id yang sudah menghubunginya melalui pesan whatsapp sejak Sabtu (06/06/2026) kemarin.
(Roni/Tim)
