Suburjagat.co.id | Indramayu – Perusahaan jasa dan konstruksi (jakon) CV Alevia Jaya Sejahtera (AJS) belakangan ini digegerkan publik karena mampu memenangkan 7 (tujuh) paket proyek di lingkungan DPRD Kabupaten Indramayu tahun anggaran 2026 secara berturut-turut, pada Selasa (26/05/2026).
Bahkan, tidak sedikit pihak yang menyebut adanya dugaan praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) dalam sistem pengadaan barang dan jasa di tubuh kantor sekretariat para wakil rakyat tersebut sehingga peraihan 7 paket proyek tersebut berjalan mulus.
Berdasarkan informasi yang berkembang, 7 (tujuh) paket proyek di lingkungan Sekretariat DPRD Indramayu yang diduga dikuasai oleh CV Alevia Jaya Sejahtera adalah sebagai berikut.
• Jasa resepsionis Rp.334,8 juta.
• Cleaning service Rp.648 juta.
• Jasa pengamanan/security Rp.446 juta.
• Jasa pramusaji fraksi Rp.216 juta.
• Tenaga media parlemen Rp.180 juta.
• Rehab masjid dan toilet masjid Rp.242 juta.
• Rehab pos jaga Rp.108 juta.
Disebut-sebut, mayoritas paket tersebut menggunakan mekanisme e-purchasing, mini kompetisi, hingga pengadaan langsung tanpa tender terbuka secara penuh melalui UKPBJ. Tingkat kerawanan dalam skema ini tidak luput menjadi bahan asumsi publik dimana terindikasi dimainkan oleh oknum tertentu untuk menentukan pemenang paket.
Informasi terbaru menambah rasa heran publik. Usut punya usut, selain berhasil meraih 7 proyek di lingkungan DPRD, CV Alevia Jaya Sejahtera juga diketahui maju dalam kompetisi perebutan paket tender APBD tahun anggaran 2026 di Dinas PUPR Indramayu.
Data sementara yang dihimpun Suburjagat.co.id, saat ini CV Alevia Jaya Sejahtera tengah berebut paket proyek normalisasi sungai cimanuk lama yang pagu anggarannya nyaris sedikit lagi mencapai di angka Rp.1 miliar, yakni Rp.999.999.000.
Dalam pengumuman di LPSE baru-baru ini, CV Alevia Jaya Sejahtera diketahui tengah berkompetisi dengan dua perusahaan lain dari total 10 peserta yang mengajukan penawaran untuk memperebutkan paket tersebut, yaitu CV Naya Persada dan CV Arya Teguh Mandiri.
Secara urutan, CV Arya Teguh Mandiri berada diperingkat pertama dengan penawaran terendah Rp. 931.000.078,38. Posisi ke 2 diduduki oleh CV Naya Persada dengan penawaran Rp. 957.043.354,48. Sedangkan CV Alevia Jaya Sejahtera berada di posisi ke 3 dengan penawaran Rp. 979.435.970,88.
Kesesuaian regulasi mengenai peraihan 7 (tujuh) proyek tersebut mulai santer dipertanyakan publik. Terlebih, setelah CV Alevia Jaya Sejahtera maju dalam kompetisi untuk memperebutkan paket tender di Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Indramayu bernilai Rp.999 juta tersebut.
Pasalnya, Jika menang dalam kompetisi perebutan paket normalisasi sungai cimanuk lama di Dinas PUPR tersebut, CV Alevia Jaya Sejahtera diduga memperoleh lebih dari 7 (tujuh) paket di DPRD yang saat ini sudah di gengaman tangannya.
Sekadar informasi, CV Alevia Jaya Sejahtera beralamat di Jl.Samsu Cluster Alamanda Graha Sudirman Blok B 5 Nomor 02 Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Perusahaan ini resmi berdiri sejak tanggal 07-10-2025, dan memiliki 6 jenis Sertifikat Badan Usaha (SBU), diantaranya BG001, BG002, BG009, BS001, BS004, dan BS010.
Sementara belum ada keterangan resmi dari pihak-pihak terkait. Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi masih terus dilakukan.
(RN/Tim)

