Suburjagat.co.id | Indramayu – Sebuah video berdurasi 4 menit 46 detik yang beredar luas di publik memuat respons terhadap permintaan Bupati Indramayu, Lucky Hakim, terkait dampak unjuk rasa yang berakhir anarkis. Video tersebut menyoroti kekecewaan sejumlah perwakilan masyarakat terhadap sikap kepala daerah yang dinilai tidak hadir saat warga membutuhkan sosok pemimpin.
Dalam video itu, Ketua Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu (KOMPI), H. Darsam, menyampaikan bahwa aksi yang dilakukan murni untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat, bukan kepentingan politik. Ia menegaskan bahwa masyarakat membutuhkan figur pemimpin yang dapat ditemui untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.
“Kami kecewa karena di saat masyarakat membutuhkan tempat mengadu, Bupati tidak berada di tengah-tengah kami. Aksi ini jangan dikaitkan dengan kepentingan politik, ini murni untuk masyarakat,” ujar H. Darsam.
Sementara itu, Koordinator Umum aksi, Hatta, menegaskan pihaknya akan terus memperjuangkan aspirasi masyarakat hingga ke tingkat pusat. Ia menyebut perjuangan tidak akan berhenti sampai tuntutan masyarakat benar-benar terpenuhi.
“Kami akan terus berjuang untuk kepentingan masyarakat, bahkan sampai ke DPR RI, hingga berhasil,” tegasnya.
Di sisi lain, H. Labib menambahkan bahwa kerugian yang timbul akibat aksi unjuk rasa tersebut akan diganti. Hal ini, menurutnya, merupakan tindak lanjut dari permintaan Bupati Indramayu sebagai bentuk tanggung jawab atas dampak yang terjadi.
Peristiwa ini menjadi perhatian publik dan memicu berbagai tanggapan terkait komunikasi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam menyikapi persoalan yang berkembang di wilayah Indramayu.
(Kar/Tim)
