Suburjagat.co.id | Indramayu – Saat musim penghujan tiba, banjir kerap mengepung jalanan bahkan permukiman warga, baik di perkotaan maupun di perdesaan. Saluran drainase yang kurang memadai, menjadi salah satu faktor terjadinya banjir, pada Sabtu (24/01/2026).
Namun, bagi ratusan warga Desa Rambatan Kulon Kecamatan Lohbener Kabupaten Indramayu Jawa Barat, tepatnya di Blok Pulo RT 026 RW 004, dan RT 027 dan RW 004, ada hal besar lainnya yang dikhawatirkan selain banjir musiman akibat curah hujan tinggi dan saluran drainase yang kurang memadai.
Saat debit air sungai cimanuk tinggi, mereka dikhawatirkan oleh tembok penahan sungai jebol. Mengingat, bangunan tersebut merupakan ujung tombak untuk menahan air sungai yang hendak masuk ke permukiman warga karena sudah tidak ada lapisan tanggul.
Selain itu, kondisi bangunan tembok penahan sungai yang sudah mulai lapuk karena termakan usia berpotensi akan mudah jebol jika debit air sungai tinggi dan alirannya sangat deras. Jika tembok tersebut jebol, memungkinkan akan terjadi banjir besar di wilayah tersebut dan bahkan bisa meluas ke sekitarnya.
Perlu untuk diketahui, permukiman di Blok Pulo Desa Rambatan Kulon tersebut posisinya jauh lebih rendah dibanding dengan ketinggian sungai cimanuk, diperkirakan kurang lebih hampir mencapai 2 meter.
Salah seorang warga setempat, Hidayat, meminta kepada Pemerintah Kabupaten Indramayu dan BBWS terkait agar segera meninjau bangunan tembok penahan sungai tersebut dan melakukan perbaikan guna pencegahan dini terjadinya jebol sehingga mengakibatkan banjir besar.
“Pemkab Indramayu dan pihak BBWS terkait harus segera meninjau dan lakukan perbaikan, guna pencegahan dini terjadinya tembok jebol,”Tuturnya.
Menurutnya, tembok di pinggir sungai cimanuk Blok Pulo tersebut sangat krusial untuk menahan air sungai terlbih ketika debit airnya tinggi. Jika jebol, berpotensi terjadinya banjir besar dan tidak menutup kemungkinan bisa menenggelamkan ratusan rumah penduduk.
(Roni)
