Sektor pertanian Kabupaten Indramayu mengalami dampak kerugian sangat besar akibat banjir bandang yang melanda di sejumlah Kecamatan /Desa Kabupaten Indramayu Jawa Barat sekarang ini.
Kerusakan terparah terjadi pada komoditas petani padi, Puluhan ribu Hektar terendam hingga para petani mengeluarkan biaya lagi untuk menanam dan mentraktor sawahnya.
Salah satu petani Yana dari Kecamatan Kandanghaur, mengatakan dirinya sudah mengeluarkan biaya yang lumayan besar untuk lahan sawah yang sudah di tanam.
”Dari 2 bahu (-+14000m2) yang terkena, yang masih bisa ditanami padi itu paling kisaran 1/4bahu. Sementara itu, yang lainya terendam dan mungkin tanamanya sudah pada layu, karena tertutup air. Tidak ada lagi bantaran sawah sampai ketinggian 1 sampai 1,5 meter,” jelas Yana
Kondisi air yang menutupi ribuan hektare sawah ini menyebabkan kerugian parah, bahkan hampir seluruh Sektor pertanian di Indramayu, mengalami dampak kerugian yang sangat besar akibat bencana banjir yang melanda. bahkan hampir seluruh tanaman pertanian yang terkena dampaknya Banyak petani yang berharap pada bantuan pemerintah Daerah supaya bisa mendapatkan kan solusi nya.
Sementara petani Kecamatan Losarang Kursidi mengatakan bahwa masyarakat nya semenjak lahan sawah nya yang terdampak banjir hanya mengisi kesehariannya dengan memancing dan mencari sayur mayur liar disekitarnya.
“Banjir kali ini buat kami kebingungan, buat kesehariannya, semua yang ditanam tertutup oleh air. Biasanya, bencana banjir itu airnya surut cuman 2-3 hari tapi di tahun ini sudah hampir seminggu, kalau padi tergenang tiga hari itu tidak ada masalah. Kalau tahun ini lama surutnya tanaman padi yang terendam tidak mungkin diselamatkan lagi,” tegasnya
Menurut pengalaman Kursidi para petani se-kecamatan Losarang saja bisa mencapai ratusan juta,
“kalau dilihat keseluruhan kerugian untuk sawah sepertinya sampai ratusan juta,,” katanya
Kursidi menambahkan bahwa banyak petani yang seharusnya sudah masa berikan urea, namun gagal akibat curah hujan deras dan banjir.
Selain sawah, beberapa komoditas lainnya juga terdampak, seperti peternak kambing, di Desanya, juga petani semangka dan sayur mayur lainya.
Seperti halnya petani sayur Bawang merah , Jahari dari Kecamatan Bongas, tanaman Bawang merahnya baru masuk masa tanam tetapi sudah di rendam banjir, akibatnya akan mengulang penanaman kembali dan mengeluarkan biaya yang lebih.
“Banjir kali ini semua yang ditanam karena petani terendam. Biasanya, bencana banjir itu airnya surut, kalau tanaman tergenang tiga hari itu tidak ada masalah. Kalau ini lebih dari 1minggu membuat tanah gembur hingga tanaman semangka mengapung,” tegasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sugeng, bencana Banjir kali ini memang sangat Ekstrim hingga menenggelamkan sebagian Kecamatan di Kabupaten Indramayu,
“Dari laporan pertanggal (28/01) informasi seluas 7700 Ha dan sebanyak 10 Kecamatan di kabupaten Indramayu terendam, dari Kecamatan Sukra, Anjatan, Bongas, Kandanghaur, Losarang, Lelea, Cantigi, Arahan, Widasari, Juntinyuat,” jelas Sugeng Sabtu,(31/01/2026)
Kepala DKPP menambahkan bahwa kedepannya Pemkab melalui instansinya akan memberikan bantuan berupa bibit padi bagi yang terdampak. Serta DKPP menjamin stok cadangan Beras di Kabupaten Indramayu tidak terganggu dan masih aman.
“Kami sedang mengusulkan Beni Padi ke Kementan, untuk para petani yang terdampak, sementara kalau cadangan Beras di gudang Bulog saat kami di berikan informasi, sampai sekarang dan menjelang puasa di jamin aman.”pungkasnya