Suburjagat.co.id | Indramayu – Belakangan ini masyarakat Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, tengah merasakan banjir. Bahkan, kondisi demikian merembet ke wilayah perkotaan, air juga sudah memasuki ke rumah-rumah warga, pada Senin (26/01/2026).
Sering kali, banjir disebabkan akibat curah hujan yang tinggi. Namun, kondisi saluran drainase yang kurang memadai, menjadi pemicu terjadinya banjir karena aliran air yang mengalir tidak normal.
Yang lebih mengerikan, jika banjir tersebut datang dari luapan air sungai. Air bukan hanya menggenangi jalan dan permukiman, melainkan bisa merendam hingga menenggelamkan rumah-rumah warga terdampak.
Publik meyakini, banjir besar dari luapan air sungai itu salah satunya disebabkan akibat banyaknya bangunan liar (bangli) di sepanjang bantaran sungai cimanuk di wilayah Kabupaten Indramayu.
Menurut sumber yang dihimpun, bangunan liar (bangli) di bantaran sungai menjadi faktor utama penyebab banjir karena menyempitkan alur sungai, menghambat aliran air, dan memicu pendangkalan akibat tumpukan sampah. Hal ini menyebabkan air sungai meluap ke pemukiman warga saat hujan deras, terutama di daerah padat bangunan dengan minim ruang terbuka hijau.
Berikut adalah poin-poin penting terkait dampak bangli di bantaran sungai:
• Penyumbatan Aliran: Bangunan di sempadan sungai menghambat arus air, mengurangi kapasitas sungai, dan memicu banjir saat debit air tinggi.
• Pendangkalan Sungai: Bangli seringkali diikuti dengan pembuangan sampah sembarangan yang membuat sungai menjadi dangkal dan mempercepat luapan air.
• Risiko Banjir Besar: Faktor manusia ini dikombinasikan dengan cuaca ekstrem (hujan deras) sering menyebabkan banjir bandang yang merusak infrastruktur dan merendam ribuan rumah.
Seorang pemuda Indramayu, Hidayat, meminta kepada Pemerintah Kabupaten Indramayu dan pihak-pihak yang berwenang agar melakukan pengecekan dan penindakan secara tegas terhadap bangli-bangli yang masih menjamur di bantaran sungai cimanuk.
Karena menurutnya, relokasi dan penataan kawasan bantaran di sungai cimanuk wilayah Kabupaten Indramayu sangat diperlukan untuk mengembalikan fungsi sungai dan mengurangi risiko banjir secara permanen.
“Pemkab Indramayu agar meninjau seluruh bantaran sungai cimanuk di Indramayu, tindak tegas bangli-bangli yang masih berdiri dan yang berpotensi berdampak terhadap risiko banjir,”Tandasnya.
(Red/Tim)
