Suburjagat.co.id | Indramayu – Belakangan ini jagat maya dihebohkan dengan beredarnya sebuah kwitansi pembayaran pembiayaan pendidikan seorang siswa bernilai jutaan rupiah di SMK NU Kaplongan Kabupaten Indramayu Jawa Barat.
Kwitansi tersebut diunggah melalui media sosial facebook oleh akun bernama Via Supiandi yang diduga kuat merupakan salah satu orang tua murid di SMK NU Kaplongan Indramayu, pada Rabu (24/12/2025).
Dalam keterangannya, akun tersebut menuliskan kalimat dengan bahasa khas daerah Indramayu.
Ana sing pada bli gezzz…
Mboke alumni smp NU
SMA Ning NU
Anake sekolah SMP NU
Kin lanjut SMK Ning NU
Tapi bli ilok oli duit PIP…
Waya njkt raport ana tunggakan byr spp
Pas Marek Ng TU ibu bayare nggo duit PIP tha..Ya punten mbak kita byr lunas waktu arep semester lk tunggakan dd duit PIP. Kenapa datae bisa mengknn padahal tes sing bank lngsng meng TU.
Atau yang jika diucapkan menggunakan bahasa Indonesia adalah kurang lebihnya: Ada yang sama tidak guys, Ibunya alumni SMP NU, SMA di NU, anaknya sekolah di SMP NU sekarang lanjut ke SMK NU tetapi tidak pernah dapat uang PIP.
Saat ngambil raport ada tunggakan bayar SPP, disaat datang ke TU Ibu bayarnya pake uang PIP kah? Ya maaf mbak saya bayar lunas waktu menjelang semester tidak ada tunggakan uang PIP. Kenapa datanya bisa begitu padahal setelah dari Bank langsung ke TU.
Dalam postingan tersebut, terlihat jelas di kwitansi sejumlah uraian pembayaran pembiayaan sekolah diantaranya SPP November 2025/2026 Rp.185.000, SPP Desember 2025/2026 Rp.185.000, SPP Januari 2025/2026 Rp.185.000, PERLAK 2025/2026 Rp.567.000, Infaq praktikum kelas X 2025/2026 Rp.500.000, total keseluruhan sebesar Rp.1.622.000.
Tanggapan netizen pun mengalir deras di kolom komentar. Ada yang mengatakan hal serupa juga di alami orang tua murid lainnya, ada yang menyebut bahwa biaya tersebut cukup mahal, ada pula yang menyentil bahwa sekolah di NU itu berat karena terlalu banyak biaya.
“Pada bu karo kita, kon bayar 6 bulan ke depan jeh awit Januari sampe Juni (sama bu seperti saya, suruh bayar 6 bulan ke depan katanya, dari Januari sampe Juni-Red),”Tulis akun Dimaz Arjuna.
“Mahal juga bulanannya y mba,”Ucap akun Maenah Maenah seperti kaget dan keheranan karena nominal dalam kwitansi tersebut.
Ada pula yang menyentil bahwa sekolah di NU itu berat karena terlalu banyak biaya yang harus dibayar.
“Lagu lama aja bae anake sekolah ng NU berat kakeyen biaya (lagu lama, janganlah anaknya sekolah di NU, berat terlalu banyak biaya_Red),”Sentil akun Dea Silvianti dalam kolom komentar.
Bukan hanya kwitansi pembayaran sekolah saja, media juga berhasil mendownload lembaran kertas yang setelahnya dihapus oleh akun facebook Via Supiandi dalam postingannya tersebut.
Lembaran kertas itu bertuliskan deretan nama-nama siswa SMK NU Kaplongan yang memiliki tunggakan biaya sekolah termasuk biaya daftar ulang. Nominalnya bervariatif, dari mulai ratusan ribu rupiah hingga ada yang mencapai satu juta rupiah lebih.
Munculnya beragam pembiayaan sekolah di SMK NU Kaplongan, media ini berinisiatif menelisik mengenai Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun anggaran 2025 yang diserap oleh sekolah swasta yang dibawah naungan Yayasan Darul Ma’arif tersebut.
Terkuak, berdasarkan data yang diperoleh dari aplikasi yang layak dipercaya, ditahun 2025 SMK NU Kaplongan ini mendapatkan Dana BOS dari pemerintah pusat sebesar Rp.1.147.520.000 dengan jumlah keseluruhan siswa penerima 1.304. Adapun peruntukannya yaitu sebagai berikut.
• Penerimaan peserta didik baru Rp.5.175.000
• Pengembangan perpustakaan Rp.150.904.000
• kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler Rp.0
• Kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran Rp.8.270.500
• Administrasi kegiatan sekolah Rp.24.502.000
• Pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan Rp.6.291.000
• Langganan daya dan jasa Rp.392.740.500
• Pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah Rp.15.400.000
• penyediaan alat multi media pembelajaran Rp.0
• Penyelenggaraan bursa kerja khusus, praktik kerja industri atau praktik kerja lapangan di dalam negeri, pemantauan kebekerjaan, pemagangan guru, dan lembaga sertifikasi profesi pihak pertama Rp.6.778.000
• penyelenggaraan kegiatan uji kompetensi keahlian, sertifikasi kompetensi keahlian dan uji kompetensi kemampuan bahasa Inggris berstandar internasional dan bahasa asing lainnya bagi kelas akhir SMK atau SMALB Rp.0
• Pembayaran honor Rp.515.700.000.
Total Dana Rp.1.125.761.000
Namun, berdasarkan informasi umum dari data yang sama, pada bagian profil SMK NU Kaplongan tersebut tercatat jumlah murid keseluruhan sebanyak 1.190, serta jumlah guru dan tenaga kependidikan sebanyak 59 orang.
Lain halnya dengan data profil yang berhasil dihimpun berdasarkan data sekolah kita di Dapodik Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Sekolah Dasar dan Menengah, jumlah keseluruhan siswa di SMK NU Kaplongan sebanyak 1.186, dengan jumlah Guru 54 orang, Tendik 21 orang, dan PTK 75 orang.
Informasi lain dihimpun media ini, bahwa sebanyak 1.261 siswa SMK NU Kaplongan dari mulai kelas 10,11, dan 12, mendapatkan bantuan dana dari Pemerintah Pusat melalui Program Indonesia Pintar (PIP) dengan total keseluruhan dana sebesar Rp.1.834.200.000.
Adanya perbedaan jumlah siswa, guru dan tenaga pendidik dari berbagai data tersebut memunculkan tanda tanya besar publik mengenai kesesuaian antara data-data yang dilaporkan pihak SMK NU Kaplongan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan fakta di lapangan.
Sementara, Kepala SMK NU Kaplongan, H.Tobroni, belum bisa dikonfirmasi terkait isu yang berkembang tersebut karena masih menjalani umroh. Wakil kesiswaan setempat pun tidak bisa memberikan statemen apapun.
“Bapaknya masih umroh, kami tidak bisa menjelaskan karena kewenangannya beliau,”Ujarnya kepada media ini di ruang Kepala SMK NU Kaplongan, pada Senin (29/12/2025).
Sekedar informasi, saat ini SMK NU Kaplongan mendapatkan bantuan program revitalisasi satuan pendidikan dari APBN tahun anggaran 2025 bernilai Rp.2.926.000.000 yang digarap oleh panitia pembangunan sekolah setempat.
Hingga berita ini dibuat, publik masih menanti penjelasan dan klarifikasi dari pihak SMK NU Kaplongan terkait polemik yang berkembang di media sosial melalui postingan akun facebook tersebut diatas.
(Red/Tim)
