Sumber photo postingan ulang akun Facebook Mulfiyani Fafikha
Suburjagat.co.id | Indramayu – Baru-baru ini, jagat maya kembali dihebohkan dengan beredarnya photo dalam postingan akun facebook yang menampilkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Bukan karena rasa dan kelezatannya, melainkan karena jenis makanannya yang dinilai tidak wajar jika dibandinkan dengan tujuan program mulia yang digagas oleh Presiden RI Prabowo Subianto tersebut, pada Sabtu (28/12/2025).
Dalam postingan akun facebook itu, tampak 2 (dua) bungkus plastik putih berisi segelintir makanan dengan jenis masing-masing 1 (satu) produk pada bungkus pertama diantaranya kacang garuda, biskuit sari gandum, buah pisang, dan telor asin. Sedangkan pada bungkus plastik yang kedua, berisi makanan berupa buah jeruk, biskuit regal, kacang tanpa merk, dan telor asin.
Dua bungkus plastik putih berisi segelintir makanan itu disebut-sebut merupakan didapat dari pembagian Program MBG di salah satu SDN Pabean Udik, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Informasi ini diposting oleh akun facebook Ninih Rastinih yang kemudian diposting ulang di media sosial serupa oleh akun Mulfiyani Fafikha.
Dalam unggahan akun facebook Ninih Rastinih yang diposting ulang akun Mulfiyani Fafikha itu, menerangkan sebuah kalimat yang menginformasikan apa yang telah diterimanya dari program MBG. Bahkan, ia juga menge tag akun Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi dan Bupati Indramayu Lucky Hakim.
“Assalamu’alaikum ..
dr hari Senin saat kegiatan sekolah masih berjalan sudah tidak dapat MBG ..
hari ini suruh ambil ke sekolah katanya ini Ampe hari Sabtu ..
hapunten kepada bapak aing Kang Dedi Mulyadi dan bapak reang SahabatKang Lucky Hakim ini laporan dari warga pabean udik Indramayu ..
jangan dibully ga bersyukur ya bes yaa … karna dr pusat sudah ada anggaran nya .. dan kalo memang sejumlah ini benar ya syukur tp kalo ada oknum yg ga punya hati ya supaya bisa ditindak lanjuti ..”Tulis akun Ninih Rastinih seperti mengisyaratkan sedang mengeluh dan meminta tindakan tegas pemerintah.
Tidak butuh waktu lama, beragam respon dari netizen lainnya mengalir deras dan membanjiri kolom komentar postingan tersebut.
Beragam komentar turut meramaikan postingan tersebut. Ada yang keheranan dan terkejut, kritikan pedas kepada oknum pengelola MBG, merasa kecewa, bahkan ada yang mengeluarkan pernyataan unik terhadap menu makanan program MBG tersebut yang dikatakannya seperti “Jabur Tahlil”.
“Jare batur kta sng melu jd pengurus mbg bae ngmonge kaya berkat tahlil. Kita mani syok ngalap mbg ponakan. Dudu gah beli bersyukur tp ya mengknen mah arane nyugihkena pengurus mbg, (Kata temen saya yang ikut jadi pengurus MBG bae ngomongnya mirip berkat (jabur) tahlil. Saya sampe syok ngambil MBG kelonakan. Bukannya tidak bersyukur, tapi kalau seperti ini mah namanya memperkaya pengurus MBG_red),”Ucap akun Dewoll seperti merasa miris.
“Hiya ya bes, tidak sesuai ekspektasi,”Komen akun R Shinta disertai emoticon menangis.
“Maap pisaan masa kacang garing yayu, kuen mah enake campur kopi, (Maaf banget masa kacang kering mbak, itu mah enaknya campur kopi_red),”Respon akun Nurhaeni Fitria seperti menertawakan menu MBG tersebut.
Komentar netizen tidak berhenti disitu saja, ada juga yang membanding-bandingkan menu makanan MBG dalam postingan tersebut dengan menu MBG ditempat lainnya.
“Iyaa MBG wil pabean jaburane Mknon yaa , oraa kaya Ng Wil kota olihe akeh jaburane susu Uht uk besar, roti tawar , buah , susu kotak , komplit. (Iya, MBG wilayah pabean makanannya seperti itu ya, tidak seperti di wilayah kota dapat makanannya banyak, susu UHT ukuran besar, roti tawar, buah, susu kotak, komplit_red),”Sentil akun Nuriyah dikolom komentar.
Dalam bahasa Jawa, terutama di Tegal, “jabur” atau “jaburan” artinya jajanan atau kue-kue, sering kali merujuk pada kegiatan makan kue sambil minum teh atau kopi. Sedangkan tahlil dalam konteks tradisi di Indonesia, tahlilan adalah ritual/upara membaca do’a secara berjamaah untuk mendoakan orang yang telah meninggal (agar dosa dan kesalahannya diampuni) atau sebagai bentuk rasa syukur, sering dilakukan pada acara kematian, haul, atau tasyakuran.
Hingga berita ini dibuat, Suburjagat.co.id masih menggali informasi lebih lanjut mengenai pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mensuplay program MBG di SD Negeri wilayah Pabean Udik guna dimintai penjelasan dan tanggapannya terkait menu MBG yang dikeluhkan dan menuai protes publik tersebut.
(Red/Tim)
