Suburjagat.co.id | Indramayu – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indramayu dari Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar), Endang Effendi, menyoroti persoalan pelayanan kesehatan yang dinilai masih belum optimal diberikan oleh dinas terkait kepada masyarakat Kabupaten Indramayu.

Hal ini disampaikan Endang Effendi dalam kegiatan Silaturahmi dan Reses Masa Persidangan II Tahun 2025 yang berlangsung pada Rabu (13/08/2025) di Desa Dermayu, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu. Kegiatan tersebut dihadiri oleh puluhan warga, tokoh masyarakat, perangkat desa, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan setempat.
Dalam pertemuan itu, Endang mendengarkan langsung berbagai aspirasi dan keluhan warga. Salah satu keluhan yang paling banyak disampaikan adalah mengenai pelayanan kesehatan, terutama di fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas dan posyandu.
“Kesehatan adalah hak dasar masyarakat. Pemerintah daerah melalui dinas terkait wajib memastikan pelayanan kesehatan yang merata, cepat, dan profesional, baik di pusat kota maupun di desa-desa,” tegas Endang Effendi di hadapan warga.
Sejumlah warga juga menceritakan pengalaman mereka. Siti Mariam (45), warga Desa Dermayu, mengaku pernah mengalami keterlambatan penanganan ketika membawa anaknya ke puskesmas. “Kami sampai menunggu hampir satu jam karena dokter belum datang. Anak saya demam tinggi, tapi harus menunggu lama. Kalau bisa, tenaga medisnya ditambah dan jam pelayanannya lebih disiplin,” ujarnya.
Keluhan serupa datang dari Udin (50), petani setempat, yang menyoroti masalah ketersediaan obat. “Kadang obat yang dibutuhkan tidak ada di puskesmas, jadi kami harus beli di apotek yang jaraknya jauh. Itu menyulitkan, apalagi bagi warga yang tidak punya kendaraan,” kata Udin.
Endang Effendi juga mengungkapkan bahwa dirinya menerima laporan adanya pasien yang mengalami keterlambatan rujukan ke rumah sakit akibat kurangnya koordinasi antar fasilitas kesehatan. Selain itu, ia menyoroti masih adanya warga yang kesulitan mengurus BPJS Kesehatan karena minimnya informasi dan sosialisasi dari pihak terkait.
“Pelayanan kesehatan seharusnya tidak mempersulit warga, apalagi yang sedang sakit. Justru kita harus memberikan kemudahan, termasuk dalam hal administrasi. Sosialisasi kepada masyarakat pun harus lebih gencar,” tambah Endang.
Endang berkomitmen untuk menyampaikan semua aspirasi ini kepada pemerintah daerah, khususnya Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, agar segera dilakukan evaluasi dan perbaikan. Ia mengajak masyarakat untuk terus aktif memberikan masukan serta melaporkan kendala yang dihadapi.
“Reses ini bukan hanya ajang tatap muka, tetapi sarana penting bagi kami anggota dewan untuk menyerap aspirasi langsung dari masyarakat. Saya ingin suara masyarakat Dermayu dan sekitarnya benar-benar sampai kepada pemerintah,” ujarnya.
Selain masalah kesehatan, warga juga mengutarakan persoalan lain seperti perbaikan infrastruktur jalan, ketersediaan air bersih, dan lapangan pekerjaan. Namun, topik kesehatan tetap menjadi pembahasan utama karena dianggap paling mendesak.
Di akhir kegiatan, Endang menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga yang telah hadir. “Mudah-mudahan ke depan, pelayanan kesehatan di Kabupaten Indramayu bisa lebih maksimal, tenaga medis lebih lengkap, obat-obatan tersedia, dan masyarakat merasa nyaman saat berobat. Kita akan kawal bersama demi Indramayu yang lebih sehat,” pungkasnya.
(Advertorial Media)
